Komplotan Penipuan CPNS di Pemalang Dibekuk, Pelaku Oknum PNS

KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Aksi penipuan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali terjadi. Di Kabupaten Pemalang, polisi membekuk komplotan penipuan CPNS yang menggondol uang hasil kejahatannya sedikitnya Rp 1 miliar. Dua pelaku ditangkap Satreskrim Polres Pemalang, satu pelaku diantaranya oknum PNS.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap adalah, SM (35) warga Warungrping dan Is (39), warga Desa Banjarmulya, Pemalang yang merupakan PNS di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemalang.

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku berdasaran informasi dan laporan dari masyarakat. “Laporan masuk pada tanggal 28 Mei 2020 lalu. Dari hasil pengembangan, korban dari komplotan ini ada beberapa orang,” papar Suhadi saat dihubungi puskapik.com, Kamis 18 Juni 2020.

Menurut Suhadi, modus operandi komplotan ini adalah dengan mendatangi warga yang berminat mendaftarkan diri sebagai PNS. Atas bujuk rayu kedua pelaku, para korban yang dijanjikan akan diloloskan menjadi PNS kemudian menyetorkan uang dengan jumlah bervariasi RP 50 juta sampai Rp 100 juta tiap orang.

Dijelaskan, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku mengaku sebagai panitia penerimaan CPNS. Salah satu korban yakni, Mudin, warga Randuongkal, bahkan sudah menyerahkan uang sebanyak Rp 137 juta. “Korbannya banyak lebih dari 10 orang. Uang hasil kejahatan Rp 1 miliar lebih,” imbuhnya.

Pelaku menjanjikan anak korban diloloskan dalam seleksi CPNS. Setelah ditunggu sekian lama, janji kedua pelaku meloloskan menjadi PNS tak terbukti. Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan ke Polres Pemalang.

Atas pengaduan korban, polisi bergerak cepat hingga dan menangkap kedua pelaku tangkap secara terpisah. Keduanya kita ditahan di sel Mapolres Pemalang.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kedua pelaku kita jeratPasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis : Dedi Muhsoni
Editor : Heru Kundhimiarso

Iklan

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan