Tok! Jam Malam di Pemalang Berlaku Malam Ini

FOTO/ILUSTRASI/PUSKAPIK/CANDRA SUCIAWAN

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-91). Salah satunya dengan memberlakukan jam malam bagi warga. Lalu seperti apa jam malam ini?

Mulai hari ini, Rabu 27 Mei 2020, tepatnya pada pukul 21.00 WIB atau jam 9 malam sampai 04.00 pagi, jam malam secara resmi dibelakukan. Kebijakan ini ditempuh untuk mencegah penularan covid-19.

Saat ini, kasus positif Covid-19 di Pemalang tercatat 25 orang. 5 orang masih dirawat, 22 orang dinyatakan sembuh, sementara 1 orang meninggal dunia.

Sementara kasus PDP (pasien dalam pengawasan) terkait Covid-19 melonjak diangka 114 orang, 13 pasien diantaranya bahkan meninggal dunia. Saat ini, kasus PDP menyisakan 11 pasien, sedangkan 90 pasien diantaranya dinyatakan sembuh.

Bupati Pemalang, DR H Junaedi SH MM, menyatakan, dari aturan jam malam ini, warga dibatasi beraktifitas di luar rumah pada malam hari. Kebijakan ini ditempuh agar warga menjauhi kerumunan untuk meminimalisir terjangkitnya virus corona.

“Aturan ini diterapkan untuk mengikuti instruksi pemerintah pusat dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 dan menindaklajuti status tanggap darurat skala Provinsi Jawa Tengah,” papar bupati.

Ada beberapa hal yang ditetapkan dalam pemberlakukan jam malam di Pemalang, antara lain, warga dilarang melakukan aktifitas di luar rumah mulai pukul 21.00 sampai 04.00 WIB. Tak hanya mengatur warga, aturan ini juga mengharuskan pelaku usaha, baik itu warung, rumah makan, tempat hiburan, tempat olah raga atau usaha lainnya, untuk menutup usahanya pada jam malam yang sudah ditetapan.

Lalu seperti apa sanksi kepada warga yang tidak taat aturan jam malam ini? Sanksi warga yang tidak mematuhi jam malam kata bupati, akan diberikan teguran lisan hingga dibubarkan paksa jika kedapatan melakukan aktifitas secara terbuka di muka umum. Sementara bagi para pengusaha, akan di cabut izin usahanya jika teguran awal tidak diindahkan.

“Jika dilakukan teguran lisan tidak diindahkan, maka untuk pelaku usaha akan dicabut izin usahanya,” tegasnya.

Bupati meminta agar masyarakat mendukung upaya Pemkab untuk menekan laju persebaran Covid-19. “Jam malam berlaku selama 14 hari. Jika situasi dan kondisi terkait pandemi corona di Pemalang dirasa aman, maka akan dicabut. Namun sebaliknya, jika terus meningkat akan diperpanjang. Untuk itu saya minta masyarakat tetap mematuhinya,” kata bupati.

Terkait hal ini, sejumlah Organisai Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Kesbangpol, BPBD, Camat, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan serta unsur TNI-Polri, akan intens menggelar operasi.

“Sosialisasi, imbauan, patroli rutin, inspeksi, pemeriksaan serta penertiban harus tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan edukatif,” tandasnya.

Penulis : Heru Kundhimiarso

Tinggalkan Balasan