Corona Masih Mewabah, KPU akan Kaji Usulan Penundaan Pilkada 2020

ILUSTRASI/PUSKAPIK/CANDRA SUCIAWAN

PUSKAPIK.COM, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengkaji usulan dari berbagai pihak yang meminta agar pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 ditunda hingga pandemi corona (Covid-19) berakhir. Sehingga, pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan pada 9 Desember 2020 dimungkinkan akan kembali diundur.

“Nanti akan didiskusikan lebih lanjut. Jika tahapan pilkada memang harus ditunda lagi pelaksanaannya, tentu harus mendapatkan persetujuan KPU, Pemerintah dan DPR,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam keterangan pers kepada awak media di Jakarta, Sabtu 16 Mei 2020.

Arief berjanji akan membahas usulan penundaan tahapan pilkada tersebut secepatnya. Rapat konsultasi dengan Komisi II DPR RI pun diupayakan bisa dilakukan sebelum memasuki masa reses wakil rakyat.

Sebelumnya, dalam draf PKPU yang telah disiapkan, pilkada dijadwalkan akan digelar secara serentak pada 9 Desember 2020. KPU merencanakan tahapan lanjutan pilkada dimulai kembali pada 6 Juni 2020.

Tahapan pendaftaran pasangan calon (paslon) direncanakan mulai digelar pada September 2020. Sedangkan pemungutan suara digelar pada 9 Desember 2020 sesuai Peraturan Pemerintrah Pengganti Unang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020.

Namun, belakangan sejumlah pihak mengusulkan agar pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang untuk dikaji ulang. Usulan tersebut juga disampaikan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Menurut Terawan, tahapan pilkada masih terlalu riskan untuk dilanjutkan saat status Covid-19 masih menjadi pandemi dunia, termasuk di Indonesia. “Kalau status pandemi dunia ini belum dicabut, rasanya tidak elok pilkada tetap digelar,” ujarnya.

Penulis : Heru Kundhimiarso

Tinggalkan Balasan