4 Warga Desa Jipang, Bantarkawung, Brebes, Positif Rapid Test Covid-19

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Brebes – Setelah 4 Warga Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, positif rapid test Covid-19, warga menutup semua jalan dan gang akses masuk desa itu, Rabu 22 April 2020. Ini langkah antisipasi penularan virus corona.

Warga desa bergerak secara swadaya melakukan ‘lokal lockdown’ setelah 4 warga Desa Jipang dinyatakan positif saat diperiksa rapid test kemarin. Mereka adalah alumni ijtima ulama Gowa Sulawesi Selatan.

“Jangan sampai virus ini menyebar ke warga lain. Makanya secara swadaya warga menutup semua akses masuk, baik jalan maupun gang,” ujar Roni (42) salah seorang warga Jipang.

Penutupan jalan dan gang di desa dini menggunakan alat seadanya. Mereka memanfaatkan berbagai barang mulai dari batang kayu, kawat besi, bambu dan barang barang lain yang bisa dipakai sebagai penghalang.

Di beberapa gang dan jalan yang ditutup, sejumlah spanduk berisi pengumuman dan imbauan dibentangkan. Beberapa di antarnya adalah pengumuman ‘selain warga dilarang masuk, harap lapor desa’, ‘kawasan wajib masker’ dan imbauan lain.

“Kami tidak mau corona menjangkiti warga desa sini. Makanya setiap orang harus pakai masker dan orang luar dilarang masuk atau lapor ke desa agar dicek kesehatannya,” sambung Roni.

Selama diberlaku karantina desa, ada beberapa akses jalan yang dijadikan chekpoint. Di titik ini dijaga setiap saat oleh pemuda setempat. Selain ada portal yang bisa dibuka-tutup, di lokasi ini disediakan sarana cuci tangan.

“Bagi warga desa yang keluar untuk suatu keperluan, maka harus cuci tangan saat akan kembali,” tambahnya.

Sementara bagi warga luar termasuk para perantau, akan diperlakukan khusus. Sebelum masuk desa, orang luar dan perantau yang mudik wajib lapor ke desa. Di posko Gugus Tugas desa, akan diperiksa kesehatannya. Jika ada yang mencurigakan akan dirujuk ke rumah sakit.

Camat Bantarkawung, sekaligus Ketua Gugus Tugas kecamatan, Eko Supriyanto mengatakan, penutupan akses masuk desa oleh warga Jipang sebagai upaya mencegah penularan virus corona. Mengingat ada ada warga Jipang yang dinyatakan pisitif setelah diperiksa rapid test.

“Sesuai instruksi gugus tugas kabupaten, desa yang warganya positif setelah diperiksa rapid test agar melakukan karantina di wilayah masing masing. Untuk antisipasi agar tidak menularkan ke warga lain,” tandas Eko.

Selama karantina desa, warga harus banyak berdiam di rumah masing masing dan tidak berinteraksi dengan pihak luar. Untuk keluarga alumni ijtima Gowa yang positif, pihak desa harus menjamin keberlangsungan hidup mereka selama menjalani isolasi mandiri.

Kontributor : Pedro
Editor : Amin Nurrokhman

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!