Cegah Penimbunan Sembako, Polisi Cek Seluruh Pasar

Tim Satgas Pangan Kabupaten Tegal usai melakukan pemantauan di Pasar Trayeman, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu pagi, 25 Maret 2020. Pemantauan pasar dilakukan untuk mengecek harga dan stok, serta mengantisipasi adanya kelangkaan dan penimbunan bahan pangan selama pandemi Covid-19.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO

PUSKAPIK.COM, Tegal – Satgas Pangan Polres Tegal melakukan pengecekan ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern, Rabu pagi, 25 Maret 2020. Lokasi yang disasar antara lain Pasar Trayeman, Pasar Adiwerna, Yogya Mall dan Swalayan Mutiara Cahaya.

Selain pasart tradisional dan pasar modern, Satgas Pangan juga melakukan pengecekan ke distributor bahan pangan. Ini dilakukan untuk mengecek fluktuasi harga dan stok bahan pangan, khususnya sembako.

“Ini setiap hari dilakukan. Satgas pangan bersama Disperindag mengecek seluruh pasar tradisional dan modern, untuk memantau harga dan stok bahan pangan, khususnya sembako,” kata Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Tegal, AKP Gunawan Wibisono, kepada Puskapik usai mengecek Pasar Trayeman, Rabu pagi, 25 Maret 2020.

Selain untuk memantau harga dan stok, tambah Gunawan, pengecekan ke pasar dan distributor bahan pangan juga sebagai antisipasi adanya penimbunan bahan pangan oleh oknum yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19.

“Kalau terjadi kelangkaan, berarti ada indikasi penimbunan. Itu yang kami antisipasi. Kalau ada yang berani, kami akan tindak tegas,” ujar Gunawan.

Menurut Gunawan, dari pengecekan ke sejumlah pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern selama tiga hari ini, tidak ditemukan indikasi penimbunan maupun aksi borong dari masyarakat. Selain itu, harga juga relatif stabil, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan.

“indikasi penimbunan belum kami temukan, harga juga masih wajar tidak ada kenaikan signifikan. Hanya pembeli yang berkurang karena dampak pandemi Covid-19,” tandasnya.

Selain bahan pangan, masker dan obat-obatan juga dipantau Tim Satgas Pangan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan masker dan obat-obatan, serta penjualan dengan harga sangat mahal.

“Apotik-apotik terus kami pantau. Memang sebagian besar apotik kehabisan stok masker, tapi itu bukan karena penimbunan tapi karena kebutuhan masyarkat memang tinggi sejak terjadi pandemi Covid-19,” ujar Gunawan.

Kepala UPTD Pasar Trayeman, Supriyadi, mengatakan, aktivitas pedagang di pasar Trayeman relatif normal meski terjadi pandemi virus corona. Hanya, jumlah pengunjung yang sedikit berkurang.

“Kalau pedagang tetap berjualan seperti biasa. Tapi pengunjung berkurang sedikit. Mungkin pengaruh imbauan social distancing,” ujar Supriyadi.

Kontributor : Wijayanto
Editor : Amin Nurrokhman

Tinggalkan Balasan