Asyik! di Pemalang Urus E-KTP Gratis dan Sejam Jadi

Bupati Pemalang, Dr H Junaedi, Kamis hari ini (12/3/2020) melantik Ni Wayan Asrini SH MSi menjadi Kepala Disdukcapil Pemalang. FOTO/PUSKAPIK/URIP SUPRIYADI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemalang menjamin pembuatan E-KTP gratis dan hanya butuh waktu satu jam.

Pernyataan itu disampaikan Ni Wayan Asrini usai dilantik sebagai Kepala Disdukcapil Pemalang secara definitif oleh Bupati Pemalang, DR H Junaedi SH MM, Kamis siang (12/3/2020). Sebelumnya, Ni Wayan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Pemalang.

“Kami menerapkan program one hour service. Dengan program itu, warga yang ingin membuat KTP tidak perlu menunggu waktu berhari-hari untuk bisa memiliki KTP baru. Kami ingin menghapus anggapan masyarakat kalau membuat KTP lama dan berbelit-belit,” kata Ni Wayan kepada Puskapik usai pelantikan.

Ia menjelaskan, persyaratan untuk membuat di Pemalang sangat mudah. Asalkan persyaratannya lengkap, pencetakan E-KTP hanya butuh waktu satu jam. “Antreannya memang lama, karena banyaknya pemohon. Tapi kalau sudah di loket dan semua syaratnya lengkap, dan tidak selesai satu jam silakan laporkan. Ini sudah komitmen kita memberikan pelayanan cepat, ” ujarnya.

Ni Wayan menambahkan, untuk mendukung kemudahan proses pelayanan pendataan kependudukan, maka perekaman E-KTP juga dapat dilakukan di semua kantor kecamatan. ”Perekaman data dapat dilakukan di kantor kecamatan, operator kita ada di situ. Jadi warga yang datang ke Disdukcapil tinggal menyerahkan surat bukti perekaman agar bisa mengambil E-KTP,” terangnya.

Disdukcapil katanya, tak lagi menerbitkan surat keterangan (suket) yang sebelumnya pernah diterbitkan sebagai pengganti E-KTP bagi penduduk yang sudah melakukan perekaman data kependudukan. ”Suket hanya berfungsi sebagai formulir untuk mengambil E-KTP atau antrean untuk ambil blangko yang sudah jadi. Urus dokumen sendiri, karena semuanya gratis,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Junaedi meminta agar Disdukcapil membuka pengaduan masyarakat yang standby selama 24 jam. “Layani masyarakat dengan baik dan cepat tanggap. Karena pelayanan masyarakat menjadi fokus utama,” tegasnya.

Penulis : Urip Supriyadi
Editor : Heru Kundhimiarso

Tinggalkan Balasan