Sudah Saatnya Pemalang Punya Gedung Kesenian

Ketua Dewan Kesenian Pemalang, Andi Rustono, saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi puskapik.com, Amin Nurrokhman (berpeci), Rabu (11/3/2020).FOTO/PUSKAPIK/ERVIN AVRIWINANDA

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Banyak sekali potensi kesenian tradisional dan kontemporer yang bisa dipentaskan dan digali di Pemalang. Namun demikian, sejauh ini belum terakomodasi maksimal oleh Dewan Kesenian Pemalang (DKP). Belum adanya gedung kesenian yang memadai di Pemalang, menjadi kendala.

Itu dikatakan Ketua DKP, Andi Rustono, saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi puskapik.com, Amin Nurrokhman, di dapur redaksi puskapik.com, Rabu siang (11/3/2020). “Sudah lama pelaku dan publik kesenian Pemalang menginginkan adanya gedung kesenian, seperti di kabupaten dan kota lain. Jika ada gedung kesenian, akan banyak even kesenian yang bisa dinikmati masyarakat. Meskipun begitu, kita tetap jalan,” kata Andi.

Menurut Andi, selama ini aktivitas DKP dalam berkesenian dilakukan di Taman Patih Sampun, di Jalan Gatot Subroto, sebelah SMA N 1 Pemalang. “Kami memfasilitasi gelaran musik keroncong, ada dangdut juga di situ. DKP memfasilitasi perizinan dan lainnya. Semuanya gratis, mekipun sama sekali DKP belum dapat anggaran dari Pemkab. Ya ada lah, teman-teman yang peduli kesenian yang membantu,” ujar Andi.

Andi menyebut, tidak seperti di daerah lain, DKP tidak pernah ribut soal anggaran. “Dalam lima tahun, pada 2013, memang DKP pernah mendapatkan anggaran Rp 100 juta. Itu bulan September, tapi Oktober kami sudah diperiksa BPKP hahaha…padahal DKP tidak minta anggaran. Jadi, ini subyektif sih, saya seperti dijebak,” ujar Andi.

Padahal, lanjut Andi, di DKP ada komite tari, sastra, teater, dan komite seni tradisional.”Tapi sekali lagi, meskipun tanpa anggaran, DKP tetap jalan. Yang kami minta, setidaknya dinas terkait tidak terkesan meniadakan DKP. Di daerah lain, sudah bahkan sudah ada penghargaan untuk pelaku kesenian dan pelestari budaya lokal. Gembar-gembor melestarikan budaya dan seni tradisional, tanpa dukungan kongkret ya buat apa,” ujar Andi lagi.

Andi mengakui, dirinya sempat bergembira saat ada rencana Pemkab Pemalang, akan membangun taman budaya di atas tanah seluas 1 hektare, di Pagaran, Kecamatan Pemalang. Tetapi tanah yang sudah diuruk dan dipadatkan itu , sejauh ini belum ada tidak lanjut, kapan pembangunan taman budaya itu direalisasikan. “Prinsipnya begini, kalau Pemkab sudah berupaya membangun gedung kesenian, itu berarti Pemkab telah hadir untuk problem dan pengembangan kesenian di Pemalang,” pungkas Andi.

Penulis : Ervin Avriwinanda
Editor : Amin Nurrokhman

Tinggalkan Balasan