LKKNU Pemalang Serukan Konsep Keluarga Maslahat
- calendar_month Sel, 15 Apr 2025


PUSKAPIK.COM, Pemalang – Tingginya angka perceraian di Kabupaten Pemalang selepas hari raya Idul Fitri yang belakangan viral di media sosial, memantik keprihatinan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU).
Ketua LKKNU Kabupaten Pemalang, Ajeng Triyani, menyebut fenomena ini sebagai “alarm sosial” yang menunjukkan bahwa konflik rumah tangga di Kabupaten Pemalang bukan sekadar persoalan personal, melainkan problem struktural dan kultural.
“Perceraian yang terjadi usai momentum bermaaf-maafan membuktikan bahwa permasalahan dan luka dalam keluarga tidak bisa disembuhkan hanya dengan simbol. Butuh solusi berupa edukasi, pendampingan, dan ruang aman yang berkelanjutan” kata Ajeng, Selasa (15/4/2025).
Menurut Ajeng, fenomena tingginya angka perceraian adalah sebuah rantai permasalahan yang erat juga berkaitan tentang tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Pemalang, kemiskinan ekstrim, angka putus sekolah, dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia.
Dirinya menyebut, ‘Banyak perempuan dinikahkan muda demi harapan ekonomi. Tapi tanpa ilmu dan persiapan yang matang sehingga rumah tangga justru menjadi sumber luka.
Menjawab tantangan ini, LKKNU Kabupaten Pemalang menghadirkan program-program sistematis yang dirancang untuk menyentuh akar persoalan. Bukan sekadar reaktif, tetapi membangun paradigma baru tentang rumah tangga yang maslahat.
“rumah tangga maslahat adalah rumah tangga yang setiap anggota keluarganya sejahtera, bahagia, berdaya dan mampu menebar manfaat untuk sesama.” tuturnya.
- Penulis: puskapik