Edukasi Masyarakat Kelola Sampah, Buat Kompos Hingga Olah Sampah Jadi Bahan Bakar
- calendar_month Sel, 15 Apr 2025


PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Masyarakat Kota Pekalongan memang harus mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu ditutup, sampah yang dihasilkan di rumah jangan sampai keluar dari rumah.
Olah sampah, pilah sampah, buat kompos, tabung sampah, dan lainnya harus mulai menjadi budaya orang-orang di Kota Pekalongan. Di samping Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyiapkan kebijakan pengelolaan sampah, masyarakat diedukasi untuk mengelola sampah. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Tak henti-hentinya Lurah Kauman, Musthofa Hadi mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampahnya, bahkan melakukan pengawasan titik rawan buang sampah sembarangan. “Apalagi Kelurahan Kauman salah satu yang tak memiliki TPS3R dan lahan untuk TPS3R. Kami mengikuti arahan untuk bergabung dengan kelurahan lain seperti Poncol dan Klego,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/04/2025).
Kendati demikian untuk bergabung dengan TPS3R kelurahan lain masih terkendala, karena mereka juga over kapasitas. “Yang kami gencarkan ialah edukasi jangan buang sampah sembarangan, agar Kauman tetap bersih lingkungannya,” katanya.
Beberapa rapat koordinasi ada kesepakatan serta inisiatif masyarakat untuk membuat lobang di tanah untuk menimbun sampah organik. Sisanya bisa dipilah dan dititipkan di petugas pungut sampah. Setelah lingkungan rumah bersih, luar rumah menjadi sasaran untuk dijaga kebersihannya.
Titik-titik yang biasanya jadi sasaran masyarakat membuang sampah, Musthofa lakukan pengawasan pada jam-jam rawan. Ini semacam patroli tidak resmi.
- Penulis: puskapik