Batik Sarung Soccer, Hadirkan Perpaduan Budaya Berbalut Permainan Olahraga
- calendar_month Sab, 7 Des 2024


Menurutnya, terlebih sarung batik Kota Pekalongan ini telah mendapatkan hak paten berupa sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada Tahun 2023 lalu. Ia menyebutkan, total ada 15 OPD di lingkungan Pemkot Pekalongan yang berpartisipasi mengirimkan pegawainya untuk ikut serta dalam batik sarung soccer tahun ini. Dimana, setiap 1 tim OPD terdiri dari 5 orang pemain (3 orang pemain inti, dan 2 orang pemain cadangan).
“Adapun sarung batik yang dikenakan peserta lomba wajib beli di stan-stand UMKM yang menjajakan sarung batik di PBN. Sebab, melalui lomba ini, kami juga ingin membantu UMKM sarung batik tersebut naik kelas dan meningkat penjualan maupun omzetnya,”terangnya.
Lanjut Dika menambahkan, dalam proses penilaian lomba ini yakni 15 tim awalnya dibuat 4 grup (3 grup dan 1 grup), kemudian diambil masing-masing 2 tim OPD teratas nilainya untuk melaju ke perempat final. Setelah itu, diambil 3 juara terbaik yakni juara 1, 2 , dan 3.
“Pengumuman juaranya nanti sekaligus saat penyerahan hadiah pada penutupan PBN di tanggal 8 Desember 2024. Harapannya, kegiatan lomba batik sarung soccer ini bisa menjadi rutinitas tahunan yang bisa diadakan secara berkelanjutan, pesertanya lebih banyak lagi dan bisa ikut membantu menguri-uri budaya memakai sarung batik yang dikolaborasikan dengan pertandingan olahraga,”harapnya.
Di tengah sorak-sorai penonton, pertandingan berlangsung seru namun penuh tawa. Banyak pemain yang harus berjuang menjaga keseimbangan karena sarung mereka tersangkut atau melorot saat berlari. Namun, inilah yang justru membuat lomba ini semakin menarik dan membangun semangat kebersamaan. Seperti itulah yang dirasakan oleh salah satu peserta lomba batik sarung soccer dari OPD DPUPR Kota Pekalongan, Akmal.
- Penulis: puskapik