Tebox Pati Rajai Pemalang Soda Racing

CAPTION : Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, M.Arifin berpose dengan para offroader usai menyerahkan tropy dan hadiah event Pemalang Soda Racing, Minggu (19/1/2010) sore. (Foto : PUSKAPIK/Ervin Afriwinanda)

PEMALANG (PUSKAPIK) – Roda besar dengan deru mesin menggelegar dan mengguncang bumi Pemalang. Selama dua hari penuh, Sabtu dan Minggu (18-19 Januari 2020), puluhan offoader dari beRbagai kota dan propinsi beradu nyali dan skil di Sirkuit Pantai Widuri.

Kejuaraan yang direkomendasi Indonesian Offroad Federation (IOF) ini menyuguhkan tontonan menarik bagi ribuan warga kota berjuluk Pusere Jawa. Seolah tak peduli ganasnya mobil berkaki besar yang melibas lintasan terjal, penonton pun sesak berjubel sampai pinggiran sirkuit.

Sirkuit Pantai Widuri juga jadi ajang pembuktian skil dan taktik offroader papan atas yang turun gelanggang pada kejuaraan yang digelar menyambut HUT Pemalang ke 445 tahun. Ekstrimnya jalur track yang disuguhkan penyelenggara membuat sebagian offroader bertumbangan dan gagal finish. Bahkan beberapa offroader terpaksa harus duduk manis menonton karena tak mampu melanjutkan perlombaan, akibat jebolnya kendaraan pacu mereka.

Tak hanya offroader tuan rumah, Heru Kundhimiarso, bahkan jawara-jawara nasional seperti Wahyu Lamban Jatmiko pun tak mampu menaklukan ekstrimnya track. “Sirkuit super ekstrim, sulit ditaklukan terutama di kubangan lumpur. Saya tuan rumah saja sampai nyungsep di kubanhan lumpur,” ungkap Heru Kundhimiarso dari tim Bgundal Squad kepada Puskapik, Minggu (19/1/2010).

Tak hanya terjerembab di kubangan lumpur, sebagian bahkan ada yang mengalami klontang atau terbalik mobilnya. “Seru, asyik sangat menantang. Baru kali ini ada event Soda Racing Offroad yang tracknya super ekstrim,” kata Arif, dari tim Merapi Offroad Ngawi, Jawa Timur.

Banyaknya offroader yang gagal finish membuat tim panitia harus kerja ekstra keras. Enam mobil jeep untuk yang disiapkan bahkan tak mampu mengevakusi mobil peserta yang terjerembab di tengah lintasan.

“Sudah kami antisipasi karena sudah disiapkan alat berat eskavator untuk membantu evakuasi mobil peserta,” ujar Ahmad Fatah, Ketua Pantia.

Dari tiga kelas yang diperlombakan, tim Tebox Pati sukses memboyong tropy. Andi sukses menjuarai kelas under 2.500cc, dan H.Naryo merajai kelas upper 2.501cc. Sementara di kelas 1.000cc, offroader asal Yogyakarta, Ardan Hafidz yang tergabung dalam tim Brantas Adi Tegal tampil sebagai jawaranya.

Event ditutup dengan penyerahan tropy dan hadiah oleh Sekda Pemalang, M.Arifin, jajaran Muspida dan pengurus IOF Pengda Jateng, Pengcab Pemalang dan KONI Pemalang. (ER)

Tinggalkan Balasan