Sosialisasi Non-Perda di Pemalang, Sukirman Ajak Perempuan Berpolitik

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, H Sukirman SS, mengajak kaum hawa di Kabupaten Pemalang untuk berpolitik dalam rangka ikut berperan aktif menjawab beragam persoalan seputar perempuan dan isu strategis daerahnya .

Ini disampaikan Sukirman di hadapan pengurus PAC Fatayat NU se-Kabupaten Pemalang saat sosialisasi non-perda “Kaderisasi Perempuan Dalam Politik” di RM Ayam Gepuk Pemalang, Kamis 17 November 2022.

“Sebab apa? tidak ada jalan yang paling cepat kecuali lewat politik apabila kita akan mengubah keadaan.” tegas Sukirman.

Menurut legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Bahkan kini banyak kursi jabatan penting di pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif yang diduduki perempuan.

“Tidak mustahil bagi sahabat-sahabat Fatayat Pemalang dari kaum perempuan ini untuk tampil dalam kancah politik.” jelasnya.

Saat ini, kata Sukirman, Kabupaten Pemalang masih diselimuti berbagai persoalan seputar perempuan, salah satunya yaitu tingginya angka kematian ibu melahirkan. Maka, perempuan Pemalang harus bangkit untuk mengentaskan persoalan tersebut.

“Belum lagi soal kekerasan terhadap perempuan, baik KDRT maupun kekerasan lain seperti kekerasan seksual, pelindungan kesehatan perempuan.” tuturnya.

“Untuk menjawab persoalan itu perlu dorongan politik, baik dari partai politik maupun anggota legislatif (DPR). Agar program yang dicanangkan mendapat respon cepat dari pemangku kebijakan.” imbuh Sukirman.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Pemalang, Ajeng Triyani, menegaskan, apapun latar belakangnya bahkan ibu rumah tangga sekalipun, perempuan memiliki peran penting dalam keberlangsungan negara.

“Dari rahim-rahim perempuanlah lahir penerus bangsa ini.” tegasnya.

Ajeng mengungkapkan, Kabupaten Pemalang memiliki seabrek “PR” yang harus diselesaikan mulai dari tingginya angka stunting, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingginya angka kemiskinan.

“Kelompok-kelompok perempuan di Kabupaten Pemalang seperti Fatayat harus ikut berperan untuk mengatasi persoalan ini, bekerjasama dengan dinas-dinas terkait di pemerintahan.” tandasnya.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!