Jemaah Umrah di Pemalang Merasa Ditipu, Ancam Lapor Polisi

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Jemaah Umrah di Kabupaten Pemalang merasa ditipu biro yang memberangkatkan mereka ke tanah suci. Diduga uang ratusan juta ditilep agen dengan dalih biaya karantina Covid-19.

Daniyah (46) jemaah Umrah asal Desa Widodaren Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang bersama jemaah lainnya belakangan ini merasa ditipu Kepala Biro Umrah Family Pemalang, SAM.

Semua berawal saat Daniyah bersama 17 jemaah umrah Kabupaten Pemalang melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci Mekkah melalui Biro Umrah Family Pemalang dibawah PT Sindo Wisata.

Mereka berangkat ke Mekkah pada 23 Maret 2022 lalu dengan merogoh kocek sekitar Rp 30 juta. Saat itu SAM meminta biaya tambahan untuk karantina Covid-19 kepada para jamaah Rp 9 juta.

“Rp 9 juta itu, katanya Rp 7 juta untuk karantina di Indonesia dan Rp 2 juta karantina di Mekkah.” ujar Daniyah saat ditemui puskapik.com, Sabtu 1 Oktober 2022.

“Tapi faktanya enggak ada karantina, kita cuma di swab test di bandara saat pulang Umrah. Kita pulang tanggal 4 April 2022.” imbuhnya.

Kepada para jemaah, SAM berjanji akan mengembalikan uang karantina Covid-19 itu. Namun hingga kini, ia belum juga mengembalikannya. Diperkirakan totalnya mencapai Rp 120 juta.

“Belum lagi soal titipan uang. Rombongan kita itu orangnya sepuh-sepuh (tua), anak Bu Taryamah (jemaah) titip uang untuk orang tuanya Rp 3 juta ke Bu SAM, tapi enggak jelas.”

“Bu Taryamah cuma dibelikan jilbab, parfum, sama kurma sisanya enggak tau kemana. Terus fasilitas hotel kita di Mekkah enggak sesuai, jelek.” jelas Daniyah.

Merasa kecewa, Daniyah bersama sejumlah jemaah lainnya berencana melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan SAM ke Aparat Penegak Hukum (APH) didampingi kuasa hukum, Abas Faturohman SH.

“Kami minta agar Bu SAM beritikad baik mengembalikan uang kami, jika tidak kami akan menempuh jalur hukum.” kata Daniyah.

Puskapik.com sudah mencoba mengkonfirmasi Kepala Biro Umrah Family Pemalang, SAM, namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!