Tepatkan Penanganan, Data Kemiskinan Ekstrem Pemalang Diverifikasi dan Validasi

0

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Data kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pemalang saat ini tengah diverifikasi dan validasi (Verval) untuk mendapat data yang lebih riil dengan kondisi masyarakat.

Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, mengatakan, lewat verval ini nantinya akan diperoleh data yang lebih matang untuk langkah penanganan kemiskinan ekstrem.

“Walaupun data verval belum final, tapi saya yakin akan ada perbedaan. Data ini sangat penting untuk intervensi penanganan kemiskinan ekstrem.” jelasnya kepada Puskapik.com, Rabu 13 Juli 2022.

Diketahui, angka kemiskinan Kabupaten Pemalang pada tahun 2021 mencapai 16,56% dan mendapat label Miskin Ekstrem dengan tingkat kemiskinan ekstrem 9,52% atau 124 ribu jiwa.

Kemiskinan ekstrem adalah kemiskinan yang diukur menggunakan absolute poverty, yang konsisten antar-negara antar-waktu.

Masyarakat dibawah garis kemiskinan ekstrem itu adalah mereka yang berpenghasilan setara dengan 1,9 US Dollar atau Rp 28.484.

Indikator kemiskinan ekstrem yaitu kebutuhan intervensi sumber air minum, sumber penerangan utama, fasilitas buang air besar/kecil dan tempat pembuangan air tinja.

Mansur Hidayat yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yakin pada tahun 2024 kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pemalang terselesaikan (nol).

“Saya optimis 2024 kemiskinan ekstrem itu nol. Kedepan kita akan terapkan satu OPD satu desa binaan (desa miskin ekstrem).” jelasnya.

Selain itu, kata Mansur, dalam penanganan kemiskinan ekstrem ini Pemkab Pemalang juga akan menggandeng perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pemalang.

Diberitakan sebelumnya, Selasa 7 Juni 2022,
Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, menilai secara riil angka kemiskinan di daerahnya relatif rendah. Mansur meminta data kemiskinan dievaluasi.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini