Minyak Goreng Langka Hingga Antrean Viral, Bupati: Jangan Panik

Advertisement

PUSKAPIK.COM, PEMALANG – Kelangkaan minyak goreng masih menjadi persoalan di tengah masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Pemalang. Bahkan, antrean pembeli minyak goreng di ‘Kota Ikhlas’ sampai viral di media sosial. Bupati pun angkat bicara soal kelangkaan bahan pokok ini.

Belakangan ini antrean pembeli minyak goreng di salah satu toserba di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan publik. Pasalnya antrean pembeli minyak goreng yang didominasi ‘emak-emak’ ini mengular hingga puluhan meter jauhnya.

Mereka rela mengantre untuk mendapatkan kebutuhan dapur itu sejak pagi petang. Tak kehabisan akal, para pembeli minyak goreng itu menggunakan sandal mereka sebagai pengganti nomor antrean. Pemandangan unik ini viral kala diunggah akun instagram @lambe_turah.

Diketahui dalam sehari toserba tersebut menyediakan sekitar 2.400 liter minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per-liter. Jatah setiap pembeli dibatasi, maksimal 2 liter. Setelah mendapat minyak goreng pembeli diberi tanda dengan tinta untuk menghindari kecurangan.

Menanggapi hal ini Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, meminta warganya tidak panik dengan kelangkaan minyak goreng yang tengah terjadi. “Pesan saya jangan panik, sebagaimana pesan Pak Presiden juga jangan panik,” ujarnya saat ditemui Puskapik.com Jumat 11 Maret 2022.

Bupati menuturkan, sejauh ini dalam pantauan Pemkab sejatinya stok minyak goreng masih aman. Hanya saja, warga rela mengantre seperti yang belakangan sedang viral di media sosial itu untuk mendapatkan harga minyak goreng yang lebih murah.

“Stok masih ada, masih terjangkau, cuma kami melihat masyarakat ini mencari harga yang paling murah, sehingga ada selisih harga itu mereka ngantre di sana,” ungkap Mukti Agung Wibowo.

Pemerintah Kabupaten Pemalang sendiri beberapa kali menggelar operasi pasar minyak goreng murah pada akhir Februari lalu. Operasi pasar ini digelar Diskoperindag di Pasar Randudongkal, Pasar Comal, dan Pasar Pagi Pemalang. Di setiap lokasi, tersedia 1000 liter minyak goreng kemasan 2 liter.

“Kami akan adakan operasi pasar lagi khususnya di Kecamatan Pemalang, karena kita melihat situasi dan kondisi di kota, kemarin ada antrean yang cukup panjang,” jelas Mukti Agung Wibowo.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

Redaktur: Embong Riyadi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!