Perbaikan Jembatan Plompong Brebes Molor, Warga 3 Tahun Gunakan Akses Darurat

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Brebes – Pengerjaan jembatan di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah molor. Akibatnya, akses keluar masuk desa untuk kendaraan roda empat harus mengambil jalur lain yang lebih jauh. Sementara warga desa harus menggunakan jembatan darurat untuk akses keluar masuk desa.

Sudah tiga tahun, warga Desa Plompong tidak memiliki jembatan yang layak. Penghubung antardesa satu-satunya itu roboh diterjang banjir bandang pada 2018. Beberapa tahun berikutnya, Pemkab membangun kembali jembatan itu, tapi sebelum pekerjaan itu kelar, air Sungai Keruh kembali memporak-porandakannya.

“Jembatan di desa ini rusak disapu banjir. Selama ini menggunakan jembatan darurat untuk keluar masuk desa. Hanya roda dua yang bisa lewat, kalau mobil harus ambil jalur memutar lewat Cilibur, Paguyangan. Jarak tempuhnya lebih jauh,” kata Suyanto, Kades Plompong, Selasa, 7 Desember 2021.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses utama keluar masuk bagi sekitar 12.000 warga desa. Jembatan ini juga akses utama bagi pengiriman hasil bumi. “Sejak pakai jembatan sementara, transportasi hasil bumi menggunakan jalur lain. Tapi makin jauh karena lintas kecamatan. Roda empat tidak bisa melalui jembatan itu,” katanya.

Harapan satu-satunya warga desa adalah proyek pembangunan jembatan yang sedang berlangsung. Mereka berharap, jembatan ini bisa diselesaikan tepat waktu agar aktivitas warga kembali normal.

“Warga yang akan beraktivitas, termasuk anak sekolah pakainya jalur ini. Ini jalur tercepat yang ada di Desa Plompong. Kalau lewat jalan memutar bisa memakan waktu satu jam lebih. Warga sih pengin selesai tepat waktu biar aktifitas normal lagi,” katanya.

Namun pekerjaan jembatan senilai Rp11 miliar lebih yang menjadi harapan warga ini sedikit molor. Mereka khawatir pekerjaan ini tidak selesai hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Sutaryono saat dikonfirmasi mengungkap, progres pembangunan Jembatan Plompong tergolong minus. Pekerjaan yang seharusnya mencapai 78% pada 6 Desember 2021, baru 60% atau minus 18%.

“Pekerjaan ini harusnya selesai 100% pada akhir tahun ini,” kata Sutaryono.

Dinas PU Brebes telah meminta kepada pelaksana proyek agar pekerjaan itu selesai sesuai masa kontrak, 28 Desember. Soal keterlambatan dalam pengerjaan jembatan ini, kata dia, ada beberapa kendala, antara lain belum dipasangnya material baja.

“Optimis bisa selesai. Keterlambatan karena ada material baja yang belum dipasang,” katanya.

Lebih lanjut Kepala DPU Brebes juga menambahkan, selain Jembatan Plompong ada dua pekerjaan lain yang progresnya minus. Masing-masing pekerjaan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) dan RSUD Ketanggungan.

“Kondisi sekarang KPT baru 25% per 6 Desember. Target 28% jadi minus 3%. Sampe dengan akhir tahun harusnya 40%. Kemudian RSUD Ketanggungan baru 83% dari target 92%. Akhir tahun harus100%, minus 9%,” katanya.

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Faisal M

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!