Di Istana Wapres, Bupati Brebes Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

Iklan

PUSKAPIK.COM, Brebes – Kabupaten Brebes meraih penghargaan kategori kabupaten dengan peningkatan produksi padi tertinggi tahun 2019-2020. Bupati Brebes, Idza Priyanti menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian yang diserahkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin 13 September 2021.

“Alhamdulillah, Brebes mendapatkan penghargaan pertanian. Namun sebenarnya, ini penghargaan buat masyarakat Brebes khususnya para petani yang terus gigih memproduksi hasil-hasil pertanian, kendati dilanda pandemi,” ungkap Idza Priyanti.

Idza mengaku bangga dengan kegigihan para petani Brebes yang tangguh menghadapi pandemi Covid-19, bahkan terjadi peningkatan produksi padi tertinggi sepanjang 2019-2020. Petani Padi di Brebes terbukti mampu berkontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional hingga 70 persen dari hasil produksi padi di Brebes.

Idza berharap, kegigihan petani tak luntur termasuk minat generasi muda Brebes untuk menggeluti bidang pertanian juga terus termotivasi. Petani milenial, kata Idza, telah menggunakan teknologi pertanian sehingga tidak sepenuhnya menggunakan tenaga manusia. Pertanian di Brebes alih teknologi, alat-alat mesin pertanian sudah banyak dikuasai oleh petani-petani muda.

“Petani milenial, sudah menggunakan komputer, teknologi informasi dan komunikasi, dan juga mesin-mesin modern sehingga mampu meningkatkan hasil produksi,” tandas Idza.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menjelaskan, penghargaan kepada Bupati Brebes merupakan apresiasi pemerintah pusat atas kinerja Pemkab Brebes. Karena terbukti Pemkab Brebes telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional dan ketangguhan pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pemberian penghargaan juga sebagai rangkaian peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada 24 September 2021 mendatang.

Dipaparkan Yulia, produksi Padi di Kabupaten Brebes sangat menarik karena meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat, adanya peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) Tahun 2019 sebanyak 557.823 ton per tahun dengan konsumsi 177.830 ton pertahun. Untuk tahun 2020 produksi GKG sebanyak 569.517 ton pertahun dan konsumsi 173.557 ton pertahun. Sedangkan tahun 2021 diprediksi produksi GKB bisa meningkat lagi menjadi 571.677 ton pertahun dengan konsumsi 174.939 ton pertahun.

“Gabah yang dihasilkan para petani Brebes, dikonsumsi masyarakat Brebes hanya 30 persen saja, sedangkan yang 70 persen dikonsumsi masyarakat di luar Kabupaten Brebes,” ungkap Yulia.

Produk unggulan lainnya di Brebes berupa Bawang Merah dengan produksi di tahun 2019 sebanyak 308.858,60 ton pertahun dengan konsumsi 5.065,47 ton per tahun. Ditahun 2020 produksi Bawang Merah sebanyak 401.615,50 ton pertahun dengan konsumsi sebesar 5.540,53 ton pertahun.
Kemudian untuk Cabai Merah, produksi tahun 2019 sebanyak 20.146,90 ton pertahun dengan konsumsi 5.414,62 ton pertahun. Untuk tahun 2020, produksi Cabai Merah sebesar 27.358,20 ton pertahun dengan konsumsi 5.922,4 ton pertahun.

Untuk peningkatan produktivitas produk hasil-hasil pertania, masih kata Yulia, DPKP yang dipimpinnya melakukan berbagai inovasi diantaranya melakukan gerakan sergap mandiri, bela beli Cabai ASN, beras ASN, modernisasi alat dan peningkatan indek pertanaman 400 (IP 400). Untuk IP400 total tanaman padi yang digarap seluas 302 hektar di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Kersana, Ketanggungan, Banjarharjo, Tonjong dan Paguyangan.

Upaya pengendalian hama penyakit antara lain dengan menerapkan Rubuha atau rumah burung hantu, membuat pestisida alami yang ramah lingkungan dengan bahan dasar sisa tanaman baik buah maupun daun.

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Amin Nurrokhman

 

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini