Pemprov Jateng Minta Rencana Hutang Pemkab Pemalang Ditinjau Ulang

Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Rencana pengajuan pinjaman (hutang) ke Bank Jateng untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang Tahun 2021 sebesar Rp 41,5 miliar tidak mendapat restu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Pemkab Pemalang diminta  untuk meninjau ulang dan membatalkan rencana hutang tersebut.

Permintaan dari Pemrpov Jateng itu disampaikan saat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pemalang bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Pemalang melakukan konsultasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Jateng, Selasa 07 September 2021.

Dari hasil konsultasi tersebut, DPKAD Pemprov Jateng meminta agar Pemkab Pemalang meninjau ulang dan membatalkan rencana pengajuan pinjaman yang sedianya akan diajukan sebesar Rp 50 miliar ke Bank Jateng.

“Kami (Pemprov Jateng) menyarankan agar rencana hutang itu untuk ditinjau ulang. Sebaiknya lakukan rasionalisasi anggaran terlebih dahulu,” kata Kasubag Program DPKAD Propinsi Jawa Tengah, Oky Haris Setiawan, saat dikonfirmasi puskapik.com melalui sambungan telepon, Selasa 07 September 2021.

Pemprov lanjut Oky, meminta agar Pemkab Pemalang terlebih dahulu melakukan indentifikasi kebutuhan atau belanja daerah yang sudah direncanakan. Perubahan APBD tahun 2021 untuk bisa dikoreksi khususnya pada potensi pendapatan dan belanja daerah yang tidak mengikat atau wajib.

“Kewenangan kami (Pemprov Jateng) hanya sebatas menyarankan, tidak menolak atau mengiyakan, hanya sebatas saran agar tidak melakukan hutang terlebih dahulu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Pemalang berencana mengajukan pinjaman kepada pihak ketiga yakni Bank Jateng sebesar Rp 50 miliar untuk menutup defisit APBD tahun 2021 sebesar 41,5 miliar. Sempat mendapat reaksi penolakan dari kalangan parlemen, rencana hutang tersebut akhirnya disetujui wakil rakyat saat digelar rapat Banggar DPRD setempat.

Rencana hutang Pemkab belum secara resmi dilakukan. Kepada puskapik.com Jumat 03 September 2021, Sekretaris Daerah Pemalang, Mokhammad Arifin, menyatakan Pemkab belum melayangkan permohonan hutang kepada Bank Jateng.

“Surat permohonan secara resmi belum dilayangkan. Kami masih menunggu pertimbangan dari Kemendagri,” ujarnya.

Arifin menjelaskan, meskipun sudah mendapat persetujuan dari DPRD Pemalang, namun rencana hutang ini belum final. Permohonan hutang itu, kata Arifin, nantinya juga harus secara bertahap melewati verifikasi dari Kemendagri.

“Kita tidak gegabah, proses peminjaman ini panjang. Kita ke Bank Jateng menanyakan persyaratan dan mekanismenya,” imbuhnya.

“Termasuk, penggunannya nanti untuk apa. Kalau di sana menemukan hal tak logis, nanti tak diberikan rujukan. Lah itu baru dipikir kemudian,” kata Arifin.

Sebelumnya, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, membenarkan, APBD Pemalang tahun ini memang mengalami defisit. Ia bersama jajaran Pemkab tengah mencari solusi untuk menutup defisit tersebut.

“Kami sedang berkomunikasi ke Bank Jateng untuk mengajukan pinjaman daerah,” katanya.

Penulis : Heru Kundhimiarso

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini