PEMALANG (PuskAPIK) – Kabupaten Pemalang untuk pertama kalinya menggelar Festival Dayung Kali Waluh 2019. Kegiatan yang diadakan selama tiga hari mulai 22 – 24 November 2019 dibendungan kali Waluh, Benowo Park, desa Penggarit, kecamatan Taman juga diisi dengan lomba dayung dan arung jeram, selain sebagai event wisata.

Imam Wibowo, kades Penggarit sebagai penggagas, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan elemen masyarakat atas partisipasi serta dukunganya sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Tanpa partisipasi dari seluruh elemen panitia maupun masyarakat, acara ini tidak dapat terselenggara dengan lancar. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih, berkat kerjasama kita semua, acara Festival Dayung Kali Waluh dapat berjalan lancar dari pembukaan hingga selesai,” ucap Imam dalam sambutanya, Minggu (24/11).

Imam juga menegaskan, suksesnya agenda Festival Dayung Kali Waluh dibuktikan dengan tingkat antusiasme yang tinggi baik dari peserta, warga Penggarit dan sekitarnya serta pengunjung, pihaknya akan mengalokasikan anggaran lebih serta menggelar even-even serupa sebagai upaya peningkatan di sektor wisata dan olahraga.

Sementara itu, ketua panitia Kusno Widodo mengungkapkan bahwa, kegiatan lomba yang digelar dalam rangkaian Festival Dayung Kali Waluh adalah event kedua setingkat provinsi Jateng setelah sebelumnya diadakan di kabupaten Demak.

“Festival yang digagas oleh pak Kades Penggarit ini adalah yang pertama kali kita adakan di Pemalang, sedangkan lomba yang kita gelar baik itu dayung maupun arung jeram merupakan event kedua setelah beberapa waktu lalu diadakan di kabupaten Demak,” katanya

Disebutkan bahwa lomba tersebut didanai dan disuport oleh lembaga Bumdes setempat dan sebuah Bank di Pemalang.

Diharapkan kepada pihak pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan dan mensuport setuap kegiatan. Karena selain wisata, kegiatan semacam tersebut bisa juga untuk menjaring atlet khususnya olahraga dayung maupun arung jeram sehingga prestasi non akademik bisa jadi nilai tambah bagi atlet usia SD atau SMP untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih atas. (red)

Tinggalkan Komentar