PEMALANG (PuskAPIK) – PDAM Tirta Mulia Pemalang bersama komunitas Trabas yang ada di Pemalang melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa Kepedulian akan tersedianya air bersih di Kabupaten Pemalang terutama di wilayah yang sering terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih.

Kegiatan berupa penyerahan bantuan berupa dua toren (tandon tangki air) ke warga desa Jurangmangu, kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang, Minggu 24 November 2019 lalu. Bantuan diserahkan oleh Dandim Pemalang Letkol Inf Irvan Christian Tarigan dan Kepala Dinas Perhubungan Akhmad Patah mewakili komunitas trabas.

Plt Direktur Utama PDAM Tirta Mulia Pemalang, Slamet Effendi, pada beberapa media menyatakan bahwa bantuan yang diberikan bersama dengan komunitas trabas merupakan bentuk dari kepedulian pada masyarakat desa Jurangmangu kecamatan Pulosari yang mengalami krisis air bersih. Sehingga diharapkan dengan bantuan tersebut dapat digunakan warga untuk menampung air dan digunakan bersama-sama.

“Untuk kapasitas tangki air yang diserahkan masing-masing adalah 5000 liter, yang diserahkan oleh komunitas trabas Kabupaten Pemalang,” jelas Slamet Efendi, Senin (25/11).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada saat musim kemarau memang sebagian desa di wilayah Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari selalu dilanda krisis air bersih, sehingga kegiatan penyaluran bantuan air sudah merupakan kegiatan rutin baik itu oleh pemerintah daerah melalui BPBD maupun PDAM termasuk juga pihak-pihak lain yang peduli.

Sementara iti dijelaskan juga bahwa terkait pasokan air saat ini ke sejumlah pelanggan PDAM di kawasan kota memang masih belum lancar, hal tersebut disebabkan masih dilakukannya penataan dan revitalisasi perpipaan, yang antara lain pemasangan jaringan pipa untuk perbaikan aliran, di Jalan Pemuda-Jalan Jendral Sudirman, dengan jenis pipa HDPE DN 200 mm, L: 84m sepanjang 84 meter, kemudian pipa HDPE DN 100 L:246 sepanjang 246 meter dan pupa HDPE DN 80 mm L : 100 sepanjang 100 meter.

Terdapat pemasangan jaringan pipa dari Jalan Jendral Sudirman sampai Jalan Kenanga menggunakan jenis pipa HDPE 100, 80 dan 100 sepanjang 559 m, serta dari pertigaan Jalan Pemuda hingga Jalan Tangkuban perahu sejauh 852 m, serta dari Jalan Sindoro hingga Jalan Jendral Sudirman, semuanya masih dalam satu jaringan dan berada di perkotaan.

“Pelayanan hingga saat ini memang belum maksimal akibat penataan jaringan ini. Namun demikian, diharapkan jika penataan/pemasangan pipa sudah selesai maka akan ada perubahan debit ke daerah-daerah pelanggan yang selama ini terganggu,” pungkas Slamet Efendi. (hape)

Tinggalkan Komentar