BR Center: RPJMD Pemalang Harus Realistis dan Pro-rakyat
- calendar_month Sen, 14 Jun 2021

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pengamat kebijakan daerah sekaligus Founder BR center, Budi Raharjo, menilai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sedang dibahas Pansus DPRD Pemalang mestinya tak hanya utopis atau angan-angan saja.
Karena dalam pelaksanaannya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti kemampuan fiskal daerah yang minim karena dampak pandemi. Masa kepemimpinan Agung-Mansur yang hanya sampai 2024, meskipun secara adminstratif sampai 2026. Dan persiapan Pilkada 2024 yang kemungkinan menyedot anggaran besar dalam 1 tahun anggaran.
“Solusi untuk itu mau tidak mau harus menggenjot PAD. Namun dengan catatan jangan dengan kebijakan-kebijakan yang tidak populer. Mengandalkan dana dari pusat jelas tidak mungkin karena pusat juga melakukan refocusing untuk dana penanggulangan Covid-19. Di awal masa jabatannya saja sudah ada tunggakan insentif nakes Rp 16 M,”ungkapnya kepada puskapik.com, Senin 14 Juni 2021.
Selanjutnya, terkait RPJMD harus dipahami sebagai hulu semua kebijakan yang akan dijalankan semua OPD atau sebagai garis besar halauan daerah dari pembuatan perencanaan kebijakan.
“Jargon yang saya tangkap saat bupati menyampaikan visi-misi adalah perubahan yang lebih baik. Namun faktanya acuan RPJMD yang disampaikan dalam Pansus masih menggunakan metode periode sebelumnya, apa visi-misi periode sekarang dan periode bupati Junaedi sama? kan tidak. Apalagi fenomena RPJMD saja belum jadi sudah melaksanakan program-program seperti Desi, Dedi, dan Koin, itu landasanya apa?,”ujarnya.
- Penulis: puskapik