Pak Jirno Sambut Kursi Roda untuk Mobilitas dan Mengais Rezeki

Pak Jirno menerima bantuan kursi roda lipat hasil donasi relawan, yang diserahkan Ketua The Plegia Nugroho Purbohandoyo di RS Islam Banjarnegara. FOTO/DOK.THE PLEGIA
Iklan

PUSKAPIK.COM, Banjarnegara – The Plegia yang terpusat di Rumah Sakit Islam Banjarnegara terus berusaha menjaring senyum dari difabel di Banjarnegara dan sekitarnya. Belum terlalu besar, tapi terus menjejakkan kaki, membersamai difabel merenda semangat dan memutus putus asa.

Jirno bapak dua anak, kelahiran 1976, salah satu penerima manfaat hasil donasi masyarakat berupa kursi roda lipat, terus mengembangkan senyum, Jumat,11 Juni 2021. Di pelataran RSI Banjarnegara, ia menerima bantuan tersebut yang diserahkan Ketua The Plegia Nugroho Purbohandoyo.

Bagi Jirno, alat tersebut sangat bermanfaat. Selain sebagai alat bantu mobilisasi dirinya, juga ia jadikan sebagai alat untuk mengais rejeki. Pak Jirno sejak 2015 ini alami kelumpuhan, karena kecelakaan kerja saat berada di Kalimantan Timur.

Meski memiliki kekurangan, pria warga Kutawuluh Kecamatan Purwonegoro ini memiliki semangat baja. Ia tidak patah arang, ia selalu bersilaturahmi melalui media digital yang diteruskan dengan kopi darat. Ia terus mencari komunitas difabel, untuk sharing dan sebagainya, termasuk bertemu dan berkomunikasi dengan The Plegia secara intens.

Beberapa waktu terakhir, ia menceritakan, bertemu dengan komunitas peduli lumpuh di Banjarnegara. Kini setidaknya Pak Jirno menikmati salah satu hasil diskusi dengan rekan-rekannya, kini ia menjadi pengrajin karya-karya dari coco fiber atau serabut kelapa. Dengan kursi roda itulah ia duduk untuk mengais rejeki.

“Bersama The Plegia akhirnya saya kini menekuni usaha pembuatan kerajinan, seperti vas bunga berbagai model berbahan serabut kelapa. Kami ada saja pesanan, kalau harapan saya dan teman teman ingin ada pengepul yang menampung hasil karya kami, sehingga kami terus produksi dan ada hasilnya, untuk kami berdayakan saudara difabel lainnya. Kami ingin terus bermanfaat bagi sesama,” kata Jirno, yang melabeli karyanya dengan nama The Plegia.

Dengan adanya kursi roda barunya, ia berharap terus berkarya di atas roda, dan mampu mandiri dan bermanfaat bagi sesama. “Membuat kerajinan dari sabut kelapa ini asik sekali, kadang saya sampai tidak merasakan ada luka di beberapa bagian tubuh karena terlalu lama duduk,” tuturnya usai memeriksakan kesehatannya di Poli Bedah RSI.

Sementara, Ketua The Plegia Nugroho Purbohandoyo menyatakan, Pak Jirno adalah salah satu sahabat The Plegia yang memiliki semangat membara, bahkan semangatnya ini selalu ditularkan kepada rekan rekannya.

The Plegia saat ini sedang berusaha mendampingi sejumlah warga yang mengalami kelumpuhan dengan berbagai sebab, dengan harapan mampu menuju kemandirian yang disesuaikan dengan kondisinya.

“Terima kasih kepada para donatur, kami sedang terus berusaha mendampingi teman-teman di Banjarnegara, Pak Jirno dengan kemandirian ekonomi. Di Sokanandi kami juga ada yang kami kirimkan tenaga fisioterapi, yang sebelumnya hanya tiduran dan kurang mandiri. Saat ini sudah bisa duduk sendiri. Kami berharap dari sebelumnya makan selalu disuapi, ke depan sudah bisa mandiri bisa makan sendiri. Kami selalu bertahap, baik jumlah maupun prosesnya,” ucapnya.

Nugroho menyatakan, dirinya dan tim tak bisa berbuat banyak tanpa adanya dukungan donatur, pembina, dan dinas instansi terkait, serta relawan berbagai profesi dan latar belakang yang sementara tersebar di seluruh Banjarnegara ini.

Penulis: Faisal M
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan