Awas! Tiap Tahun Tawon Vespa Makan Korban, Ini Saran Unit Damkar Pemalang

Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Ancaman bahaya tawon vespa atau ‘Vespa affinis’ di Kabupaten Pemalang semakin meresahkan. Menurut data dari unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang, serangan serangga endemik subtropis Asia tersebut memakan korban jiwa setiap tahunnya.

“Total tiga tahun terakhir korban meninggal akibat sengatan tawon vespa sudah 19 orang. Tahun 2019 ada delapan orang, tahun 2020 ada 10 orang, dan terakhir diawal tahun ini ada 1orang meninggal dunia,” ungkap Kordinator Lapangan Unit Damkar Pemalang, Sonhaji Rabu 6 Mei 2021.

Lanjutnya, dengan beberapa kejadian serangan tawon Vespa diberbagai tempat sebenarnya membuat masyarakat sudah mulai sadar ancaman bahayanya.

“Aduan untuk penanganan sarang tawon vespa dari warga sering kami terima,” ujarnya.

Sonhaji memberikan langkah awal penanganan yang bisa dilakukan warga ketika mendapati sarang tawon vespa di lingkungannya.

“Yang pertama, imbau anak-anak di lokasi tempat sarang tawon vespa berada untuk tidak mengusiknya. Hal ini penting karena biasanya anak-anak ini tidak sadar bahaya yang akan terjadi. Kadang sarang tawon diusik, dilempari batu dan sebagainya, Itu bahaya sekali. Tawon vespa tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu,”katanya.

Lalu segera meminta penanganan bantuan Damkar untuk memindahkan sarang tawon tersebut. Jangan melakukan tindakan sendiri mengingat bahaya yang bisa terjadi kepada diri sendiri maupun orang lain di lingkungan tersebut. Untuk No telepon Pemadam Kebakaran dapat diakses melalui (0284) 322502, atau Satpol PP di (0284) 321338.

“Saya sudah 4 kali disengat lebah itu, namun alhamdulillah masih selamat. Memang kalau hanya satu dua sengatan saja masih bisa selamat namun jika sudah lebih dari 20 sengatan maka risikonya bisa fatal dan tak tertolong,” katanya.

Dalam penanganan binatang liar, Unit Damkar Pemalang tidak hanya menangani acaman tawon vespa saja. Namun beberapa warga juga kerap meminta bantuan penangan ular dan hewan buas lainnya yang meresahkan.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor: Amin Nurrokhman

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan