Hari Damkar, Tak Ada Ucapan Selamat untuk Unit Damkar Pemalang

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang- Setiap tanggal 4 Mei diperingati sebagai Hari Pemadam Kebakaran Internasional atau “International Firefighters Day” (IFFD). Dunia beramai-ramai memberi ucapan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja para petugas pemadam api tersebut.

Namun sepertinya euforia itu tidak dialami Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang. Dari pantauan puskapik.com, tak ada yang istimewa. Jangankan karangan bunga, satu-satunya ucapan selamat secara langsung hanya didapat dari wakil bupati beberapa waktu lalu.

Padahal dalam kondisi tertentu, peran Damkar dalam aksi penyelamatan warga sangat nyata. Koordinator lapangan Damkar Pemalang, Sonhaji menceritakan kiprah institusinya.

“Kita tidak hanya memberikan bantuan pemadaman saja, kita juga punya tugas dalam penanganan binatang liar. Risiko dalam bekerja juga sangat besar,” ungkapnya.

Ia bercerita tentang anak buahnya yang kedua tangannya melepuh akibat kecelakaan kerja dalam sebuah aksi pemadaman beberapa tahun lalu di Randudongkal.

“Kadang-kadang petugas berpikir untuk fokus pada pemadaman api saja tanpa memperkirakan Alat Pelindung Diri (APD) sudah lengkap atau belum,” ujarnya.

Dengan raut sedih, ia menyampaikan, kebutuhan APD belum mencukupi. Idealnya semua petugas di lapangan menggunakan APD lengkap, namun apadaya jaket fire, sepatu, dan helm hanya tersedia beberapa saja.

Risiko lain yang kerap dialami adalah sengatan lebah vespa. Hampir semua petugas yang ada di unitnya itu pasti mengalami hal itu.

“Saya sudah 4 kali disengat lebah itu, namun alhamdulillah masih selamat. Memang kalau hanya satu dua sengatan saja masih bisa selamat namun jika sudah lebih dari 20 sengatan maka risikonya bisa fatal dan tak tertolong,” katanya.

Lanjutnya, kebahagian yang dirasakan dalam bekerja sebagai petugas pemadam tentunya bisa menyelamatkan warga dari bahaya. Dan sebaliknya kesedihan akan selalu membayangi jika dalam suatu kejadian ada korban yang tak bisa Ia selamatkan.

Pengalaman tak terlupakan saat petugas menginjak mayat korban yang sudah hangus terbakar di puing reruntuhan kebakaran.

“Kami hanya mengimbau kepada masyarakat khususnya agar minimal menyimpan nomor pemadam kebakaran. Dan kepada instansi terkait, meninjau kembali wilayah-wilayah pemukiman yang aksesnya belum bisa dilewati mobil pemadam,” ujarnya.

Unit Pemadam kebakaran Kabupaten Pemalang saat ini dibawah koordinasi Satpol PP, setelah sebelumnya sempat bernaung sebagai bidang di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan BPBD Pemalang.

Penulis : Baktiawan Candheki
Erditor: Amin Nurrokhman

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan