Jelang Lebaran, Warga Padati Pusat Perbelanjaan di Kota Pekalongan

Tim Wasdal Gakkum Satgas Covid-19 Kota Pekalongan melaksanakan rapid test antigen secara acak kepada para pengunjung dan pegawai Plaza Pekalongan. FOTO/PUSKAPIK/SURYO SUKARNO
Iklan

PUSKAPIK.COM, Kota Pekalongan – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga Kota Pekalongan mulai membanjiri pusat-pusat perbelanjaan. Salah satunya Plaza Pekalongan yang berada di dekat Alun-Alun Kota.

Kasatpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, selaku Tim Wasdal Gakkum Satgas Covid-19 Kota Pekalongan mengakui dalam beberapa hari ini pihaknya melihat adanya keramaian di beberapa pusat perbelanjaan. Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di klaster pusat perbelanjaan, Tim Wasdal Gakkum Satgas Covid-19 Kota Pekalongan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dokkes Polres Pekalongan Kota dan TNI Kodim 0710/Pekalongan mulai Minggu malam, 2 Mei 2021, terus melakukan monitoring di lapangan dan melaksanakan rapid test antigen secara acak kepada para pengunjung dan pegawai Plaza Pekalongan. Dari sampel yang diambil, semua dinyatakan negatif.

“Menjelang berakhirnya Bulan Ramadhan dan menyambut Lebaran Idul Fitri, pusat-pusat perbelanjaan dalam beberapa terakhir ini mengalami lonjakan keramaian terutama pada hari weekend, sehingga kami dari tim Wasdal Gakkum Satgas Covid-19 melakukan antisipasi mulai dari melakukan pengawasan di lapangan secara langsung di Malala,Plaza Pekalongan dan Ria Busana. Khusus di Plaza Pekalongan,kami juga melakukan tes rapid antigen Covid-19 kepada puluhan pengunjung dan karyawan dalam rangka membangun kewaspadaan di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai ini,” kata SBS, sapaan akrab Sri Budi Santosa.

Menurutnya, mengantisipasi tingginya minat warga berbelanja, Agus telah berkoordinasi dengan para pengelola pusat perbelanjaan agar senantiasa mengingatkan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. Dalam pengawasan tim di lapangan, SBS mengaku cukup prihatin dengan jumlah pengunjung yang cukup banyak dan sudah mulai abai terhadap protokol kesehatan, khususnya tidak menjaga jarak aman di tempat-tempat keramaian. Padahal, kasus perkembangan Covid-19 ini belum kunjung mereda.

Lebih lanjut SBS menjelaskan, sesuai kebijakan yang tercantum dalam SE Wali Kota dan SE Gubernur Jawa Tengah selama masa PPKM Mikro berlangsung, pusat perbelanjaan diminta untuk tutup pukul 21.00 WIB.

“Skema prokes dari pengelola pusat perbelanjaan sebetulnya sudah bagus, tapi yang menjadi persoalan adalah jumlah pengunjung yang begitu banyak, bahkan tak jarang mereka rela antre menunggu giliran masuk. Yang kami khawatirkan selama proses menunggu tersebut, karena terlalu padat dan berdesakan, sehingga melebihi kapasitas dan terjadi kerumunan. Jika tidak waspada, bisa berpotensi penularan Covid-19. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat bisa lebih bijaksana dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, terutama menghindari kerumunan yang begitu padat, jangan beranggapan bahwa pandemi ini sudah tidak ada atau selesai,” katanya.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan