PEMALANG (PuskAPIK) – Dalam rangka penilaian Adipura tahun 2019, Pemkab Pemalang menargetkan hasil penilaian tersebut meningkat menjadi 75, naik dibandingkan sebelumnya.

Hal tersebut diketahui dalam pembinaan aparatur sipil negara dan para petugas sampah di Dinas Lingkungan Hidup oleh Bupati Pemalang Junaedi yang diwakili penjabat Sekretaris Daerah Pemalang, Nugroho Budhiraharjo, Jumat (25/10).

Dalam sambutan mewakili bupati, panjabat Sekda menyampaikan bahwa semua ASN maupun tenaga honorer, termasuk operator sampah dapat bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Jika hal tersebut dilaksanakan maka tidak sulit untuk meraih target yang sudah ditentukan, apalagi untuk kesejahteraan operator sampah direncanakan pada anggaran perubahan tahun ini akan dinaikan.

“Saat ini sudah era canggih sehingga apa-apa yang terjadi akan langsung diketahui oleh masyarakat, contohnya semisal ada sampah yang bercecerah di jalan maka bisa langsung dilaporkan ke pemerintah, sehingga mau tidak mau semuanya saat ini harus bekerja ekstra karena dilihat dan dipantau masyarakat, atau ibaratnya berada di rumah kaca,”tandas Nugroho Budhi Rahardjo.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, M Sidik, menerangkan bahwa saat ini ASN dan operator sampah jumlahnya mencapai 342, dimana dari 14 kecamatan se Kabupaten Pemalang yang sudah terlayani mencapai 12 wilayah, sedangkan dua lainnya yakni Kecamatan Watukumpul dan Pulosari belum karena jaraknya yang jauh dan medan daerah di pegunungan.

Permasalahan sampah yang ditemui di Pemalang salah satunya adalah keterbatasan tempat pengolahan akhir (TPA) yang hanya ada satu, sehingga direncanakan akan ditambah dua lagi yakni untuk wilayah Timur dan Selatan. Hal tersebut disebabkan jika diangkut ke lokasi yang saat ini ada, tidak efisien karena jaraknya yang terlampau jauh. Sehingga salah satu cara yang dilakukan adalah mengedukasi sampah, karena jumlahnya sampah dari masyarakat saat ini sehari bisa mencapai 500 Ton.

“Penilaian Adipura kemarin, Pemalang hanya kurang 0,4 poin untuk masuk ke dalam tahapan P2, untuk itu digelar pembinaan operator sampah agar kinerjanya meningkat, sehingga nantinya diharapkan hasil penilaian adipura akan mengalami kenaikan hingga 7,5 atau setidaknya mencapai tahapan tersebut atau bahkan meraih Adipura,” Jelasnya.

Usai pembinaan Penjabat Sekretaris Daerah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang secara simbolis menggunting rangkaian bunga melati, sebagain tanda peluncuran bus toilet, kendaraan roda tiga penyiram tanaman serta dua buah truk pengangkut sampah untuk diperasikan. (hape)

Tinggalkan Komentar