WATUKUMPUL (PuskAPIK) – Kecamatan Watukumpul kabupaten Pemalang mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional dan Workshop Pandu Digital.

Bertempat di gedung pertemuan kecamatan Watukumpul, acara digelar sekitar pukul 09.00 wib, Senin (22/01). Tampak hadir Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Slamet Santoso, Bupati Pemalang H. Junaedi yang diwakili Asisten II Sekda Kabupaten Pemalang Supaat, segenap kepala perangkat daerah terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Muspika Watukumpul, para peserta dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Watukumpul maupun beberapa desa diluar kecamatan Watukumpul serta tamu undangan lainnya.

disampaikan bupati Pemalang yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Kabupaten Pemalang Supaat, dalam sambutannya bahwa terkait kegiatan seminar nasional dan workshop pandu digital, sebagai penggerak literasi teknologi informasi dan komunikasi masyarakat dalam menghadapi era industri 4.0 (four point zero) disadari atau tidak, telah mulai memasuki era industri 4.0 (ke empat), atau yang dikenal dengan era disrupsi. Sebuah era yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang melahirkan Sebuah fenomena pergeseran aktifitas masyarakat yang awalnya dilakukan di dunia nyata, menjadi aktifitas di dunia maya atau dunia digital. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya generasi yang menghabiskan waktu dengan gaya hidup online atau digital native.
Selain dihadapi di dunia industri, era industri 4.0 (ke empat) secara luas juga berimplikasi terhadap banyak hal termasuk di dunia pemerintahan.

Pemerintahan di semua tingkatan termasuk tingkat desa tentu harus mulai berpikir kritis dan peka menghadapi fenomena tersebut, karena salah satu prasyarat agar kita dapat bertahan dan terus eksis di era disrupsi adalah dengan terus meningkatkan kompetensi serta terus berinovasi. Disadari bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas, cepat dan eflsien semakin tinggi saat ini. Oleh karenanya, transformasi tentu diperlukan, tidak hanya di level pemerintah pusat, namun juga sampai di leveI desa sebagai front line officer atau lini terdepan pelayanan kepada masyarakat.

Disampaikan juga, bahwa selain berdampak positif, patut pula diwaspadai afek samping dari adanya era industri 4.0 (ke empat) tersebut. Salah satu yang sedang marak adalah banyaknya masyarakat yang terkena kasus hukum akibat melanggar undang-undang informasi dan transaksi elektronik.

Lebih tegas dijelaskan bupati bahwa even tersebut membuktikan, bahwa ada upaya yang serius dari pemerintah untuk menyiapkan sekaligus memproteksi segenap masyarakat, khususnya di tingkat desa terhadap munculnya fenomena disrupsi tersebut.

Bupati berharap kegiatan yang dilaksanakan tersebut akan melahirkan agen perubahan di masyarakat, yang mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan yang utuh kepada segenap masyarakat di desanya untuk menyikapi setiap informasi yang diterima.

Sebelum mengakhiri sambutannya, bupati Pemalang menegaskan kepada para peserta seminar adalah kader-kader pandu digital, maka laksanakan kegiatan tersebut dengan baik. Pedomani setiap ilmu pengetahuan yang diperoleh pada seminar untuk dapat disampaikan kepada masyarakat di desanya masing-masing. Harapan juga disampaikan kepada segenap jajaran Kementerian Kominfo RI, agar kegiatan positif tersebut perlu terus dilaksanakan. (hape)

Tinggalkan Komentar