* Banyak korban terperosok

 

COMAL (PuskAPIK) – Becek dan rusaknya akses jalan bagi pengunjung/pembeli yang berada di dalam los pasar, sangat dikeluhkan oleh para pedagang di pasar Tradisional Comal.

Hal tersebut sangat dirasakan oleh para pedagang yang berada di tepi jalan setapak, selain bau dari selokan yang sangat menyengat karena saluran drainase yang tidak berfungsi, juga jalan setapak yang berada di atas saluran tersebut tampak sudah banyak yang berlubang, sehingga banyak para pedagang yang meminta kepada petugas pasar agar dilakukan perbaikan.

Istiqomah, salah satu pedagang berasal dari desa Lowa kecamatan Comal mengungkapkan kepada puskapik.com, kerusakan jalan bagian atas yang sekaligus sebagai penutup saluran drainase sudah sangat lama ambles dan berlubang dengan lebar sekitar 30 cm berada di sisi kiri dan kanan. Kerusakan bertambah parah saat diguyur hujan pada malam harinya, bahkan karena terendam banjir mengakibatkan jalan diatas saluran air itu ambles dengan kedalaman sekitar 50 cm.

“Sudah dilaporkan ke pihak pasar, namun tidak ada tindakan,” ujar Istiqomah, Rabu (10/04).

Akibat dari itu banyak calon pembeli yang terperosok, bahkan ada orang tua yang sempat terjungkal karena tidak tahu saat melintas di tempat tersebut.

Ditambahkan juga oleh Alex bahwa dirinya sudah pernah melaporkan ke pegawai pasar, tapi bukannya ditanggapi dengan baik malah marah -marah. Oleh petugas pasar malah disuruh lapor langsung ke PU.

Menurut Alex, selain di tempat tersebut, masih ada akses jalan antar pedagang yang rusak dan jumlahnya lumayan banyak namun sudah ditutup oleh pedagang sekitar untuk menghindari korban lebih banyak.

Bahkan ketika selalu ditanya kapan akan diperbaiki, jawaban dari pihak pasar “nanti kalau dana cair.”

Sementara pedagang lainnya asal Kedawung Comal Muayatun menambahkan, laporan tentang jalan rusak sudah berkali-kali disampaikan, tetapi tidak pernah digubris dan ditindak lanjuti oleh pihak pasar. Inisiatif yang dilakukan bersama pedagang di sekitarnya adalah dengan menutup lubang dengan papan. Namun karena hanya kekuatan papan kayu, tidak lama kemudian rapuh sehingga kembali berlubang. Sampai berita dimuat, belum ada tanggapan dari pihak terkait. (hape)

Tinggalkan Komentar