Ilustrasi (red)
Ilustrasi (red)

 

PEMALANG (PuskAPIK) – Memasuki tahun ke-26, PDAM Tirta Mulia Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Kabupaten Pemalang telah melayani pasokan air minum ke pelanggan hampir di sebagian wilayah Pemalang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Mulia Pemalang Aji Setyabudi, SE., MSi., Akt. kepada sejumlah media beberapa waktu lalu. Dituturkan juga bahwa sudah saatnya perusahan air minum terebut mengembangkan bisnisnya. Diversifikasi usaha akan dilakukan oleh PDAM Tirta Mulia Pemalang yang telah menjadi perusahaan level menengah, dan Air minum dalam kemasan (AMDK) merupakan pilihan utamanya.

Dijelaskan Direktur Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin Abdul Rochim, secara pertumbuhan industri minuman domestik sepanjang Januari–September 2018 tahun lalu mencatatkan bahwa pertumbuhan double digit, yaitu 10,19%. Jenis produk AMDK mendominasi pangsa pasar industri minuman. Oleh karenanya, saat ini pangsa pasar industri AMDK terhadap industri minuman mencapai 84%, sehingga peluang bisnis AMDK masih besar.

Perolehan angka-angka tersebut yang menjadi salah satu alasan PDAM Tirta Mulia Pemalang dalam diversifikasi produk (AMDK), disamping potensi sumber air yang melimpah dengan kualitas air bagus yang selama ini dinikmati oleh pelanggan PDAM, potensi sumber daya manusia dan tuntutan peningkatan pendapatan asli daerah kabupaten Pemalang serta kesempatan membuka lapangan pekerjaan bagi Masyarakat Kabupaten Pemalang.

Diperoleh informasi bahwa dalam waktu dekat, direktur utama PDAM Tirta Mulia Pemalang akan melaksanakan ground breaking pembangunan pabrik AMDK yang rencananya akan dibangun di desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal kabupaten Pemalang.

Menurut dirut melalui kasubag humas dan hukum Ponco Adi Suseno, SE. menyampaikan bahwa ‘Ajib” akan disematkan dalam kemasan AMDK produksi PDAM. Selain memproduksi air minum dalam kemasan gelas plastik ukuran 240 ml juga memproduksi air Ajib dengan proses higienis sesuai setandart BPOM RI dalam beberapa ukuran kemasan botol plastik 330 ml, 600 ml, 750 ml, dan 1500 ml serta  kemasan galon 19 liter untuk menunjang kegiatan yang dinamis agar terhindar dari dehidrasi.

Terkait harga-harga air minum dalam kemasan tersebut, Ponco belum bisa menyampaikan informasi dikarenakan penentuan harga berhubungan dengan banyak faktor dan pertimbangan bisnis lainnya.

“Yang pasti harga terjangkau oleh masyarakat Pemalang. Ajib merupakan produk baru air minum dalam kemasan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Pemalang dengan harga murah dan terjangkau,” tegasnya.

Ground breaking dan pembangunan pabrik yang sudah dianggarkan tujuh milyar rupiah tersebut diharapkan dapat segera dilaksanakan dan dapat menciptakan produk dengan brand yang bisa dibanggakan masyarakat Pemalang. (hape)

Tinggalkan Komentar