PEMALANG (PuskAPIK) – Bupati Pemalang H. Junaedi didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Pemalang Sugiyanto, melakukan monitoring pelaksanaan tes pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Sabtu (23/02).

Tiba dilokasi tes SMKN 1 Pemalang, bupati beserta rombongan segera menuju ruang tes untuk menyaksikan secara langsung berjalannya tes tersebut, dan berbincang sejenak dengan pengawas ujian terkait kendala dalam pelaksanaan ujian.

Diperoleh informasi terdapat 446 orang mengikuti tes pengangkatan P3K di lingkungan pemkab Pemalang. Adapun peserta yang mengikuti tes adalah pegawai honorer K2 yang terdiri dari tiga kategori yaitu tenaga pendidik, baik dari tingkat SD maupun SMP, tenaga kesehatan serta tenaga penyuluh pertanian.

Bupati Pemalang H. Junaedi setelah melakukan monitoring, menjelaskan bahwa dirinya melaksanakan cek ke seluruh ruangan. Disebutkan juga hasil tes dapat langsung dilihat pada hasil nilai di papan nilai setelah tes berakhir.

Disampaikan bahwa untuk mendapat hasil atau nilai tes yang baik tergantung dari kesiapan peserta sendiri. Disamping itu, doa dari peserta perlu dilakukan terkait dengan psikologi peserta.

Bupati berharap untuk peserta semuanya dapat lolos dan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Harapannya semua peserta ujian yang berasal dari K2 lulus dan diangkat menjadi P3K, yang termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata bupati.

Untuk kabupaten Pemalang, oleh bupati dijelaskan telah mempersiapkan anggaran tahun 2019 untuk menggaji atau mengupah sejumlah pegawai P3K, sehingga pemkab Pemalang membuka formasi untuk pegawai P3K, dibanding dengan kabupaten/kota lain.

Hal tersebut menurut bupati Pemalang sebagai kesungguhan pemkab Pemalang dengan mewujudkan piranti peralatan dan anggaran persiapan dari pegawai eks K2.

“Pemkab sudah menyiapkan anggaran sekitar 22 milyar untuk pegawai P3K,” tegasnya. (hape)

Tinggalkan Komentar