Pemalang (PuskAPIK) – Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Jawa Tengah tahun 2018, Dinas Kominfo kabupaten Pemalang bekerjasama dengan PWI Jateng menyelenggarakan acara Focus Group Discusion (FGD), Kamis (08/03).

Bertempat di salah satu hotel di Pemalang dengan mengambil tema “Antisipasi Berita Hoax Menjelang pilkada th 2018”, acara dihadiri oleh Asisten 1 setda kabupaten Pemalang Aunurofiq, kepala dinas Kominfo kabupaten Pemalang Nugroho Budhi Raharjo, Ketua PWI Jateng Amir Machmud, Dosen UPS Tegal Hamidah, dosen Unisula Semarang Ira Alia Maylani, Ketua Panwaslu kabupaten Pemalang Hery setyawan, Komisioner KPUD kabupaten Pemalang Supriyanto, para OPD kabupaten Pemalang, para jurnalis dari beberapa media baik cetak, elektronik maupun online serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan bupati Pemalang H. Junedi yang dibacakan oleh Asisten 1 setda kabupaten Pemalang Aunurofiq menyampaikan bahwa selama 32 tahun adalah usia yang cukup matang untuk membuktikan eksistensi pers di Indonesia. Insan pers di Pemalang dipercaya telah membuktikan sebagai profesi yang menjunjung tinggi profesionalisme dan kemartabatan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Hal tersebut dapat dilihat dari respon positif terhadap keluhan terkait dengan adanya oknum wartawan yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas, seperti menunjukkan sikap superior dan menakut-nakuti narasumber, beritikad buruk, serta tidak independen.

Lebih lanjut disampaikan bahwa bupati juga berkomitmen melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pemalang untuk memfasilitasi segenap insan pers di Kabupaten Pemaiang. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya ruangan khusus bagi wartawan atau media center yang ada di sebelah utara Pendopo Kabupaten Pemalang.

Sebagaimana diketahui bersarna,
bahwa kehadiran semua unsur adalah sebagai wujud rasa syukur dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-32 di Tahun 2018. Bupati Pemalang juga mengapresiasi langkah rekan-rekan PWI Provinsi Jawa Tengah yang telah mengemas HPN tahun 2018 melalui format FGD dengan tema yang cukup menarik yaitu “Antisipasi berita Hoax menjelang PIlkada Jawa Tengah Tahun 2018, tema yang angat relevan dengan
dinamika yang sedang terjadi di Provinsi Jawa Tengah saat ini, yang dalam beberapa bulan kedepan masyarakat Jawa Tengah akan ikut berpartisipasi dalam Pemilukada Gubernur dan Wakil
Gubernur Tahun 2018.

Menjelang Pilkada memang merupakan fasa yang rawan terkait dengan beredarnya berita-berita bohong atau Hoax. Terlebih saat ini berita Hoax dapat dengan mudah viral lewat broadcast yang dikirimkan melalui medsos maupun aplikasi percakapan seperti whats up maupun BBM.

Disampaikan lebih lanjut bahwa masyarakat tentu patut menyikapi hal tersebut dengan serius, karena berita Hoax tidak saja merugikan orang per orang namun juga dapat mengancam keamanan nasional. Hal tersebut ditunjukkan dengan fakta yang terungkap beberapa hari belakangan oleh pihak Kepolisian terkait penganiayaan Marbot atau Penjaga Masjid, yang ternyata setelah diselidiki yang bersangkutan dengan sengaja merekayasa kasus penganiayaan terhadap dirinya untuk kemudian di viralkan lewat media sosial.

Kasus tersebut tentu menjadi pelajaran kita semua bahwa isu SARA harus benar-benar disikapi dengan kepala dingin, ada baiknya dulaksanakan tabayyun atau mencari tahu fakta yang sebenarnya sebelum disebarkan informasi yang diterima, sehingga semua tidak menjadi bagian yang menyebarkan berita bohong atau Hoax, terlebih bagi para pelajar sekalian yang hampir dipastikan semua memiliki akun media sosial.

Acara inti dilaksanakan diskusi yang digawangi oleh Ketua PWI Jateng Amir Machmud, Dosen UPS Tegal Hamidah, dosen Unisula Semarang Ira Alia Maylani sebagai nara sumber. (hape)

Tinggalkan Komentar