Harga Gabah Anjlok, Begini Keluhan Petani Pemalang
- calendar_month Jum, 19 Mar 2021

Priyo Sehudin (35) petani di Desa Tambakrejo,Kabupaten Pemalang.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Petani di Kabupaten Pemalang menjerit karena anjloknya harga penjualan gabah saat ini. Wacana impor beras oleh pemerintah ditolak keras dan berharap dibatalkan, petani minta pemerintah mempermudah pembelian pupuk.
Priyo Sehudin (35), petani di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang, mengungkapkan, harga penjualan gabah sudah anjlok sejak Februari 2021 lalu.
“Kisaran Rp 360.000 atau 370.000 per-kwintal, itu (gabah) yang bagus, dan menggunakan mesin kombi. Kalau yang biasa kisaran Rp 300.000 per-kwintal, bahkan tidak laku,†ungkap Priyo, Jumat 19 Maret 2021.
Sebelumnya, kata Priyo, saat musim panen ke-3 sekitar Desember 2020, masih pada kisaran Rp 470.000 atau 480.000 per-kwintal.
“Biasanya kalau musim penghujan seperti ini, panen bulan Februari atau Maret, minim Rp 400.000 per-kwintal.†kata Priyo, ditemui Puskapik.com saat memantau panen padi.
Jika diperhitungkan, penjualan gabah untuk 1 hektare sawah mencapai 10 Juta. Namun, hasil itu tak seberapa dari modal yang dikeluarkan, mulai dari penanaman benih, penyewaan traktor, pupuk, dan masih banyak ongkos tak terduga lainnya.
Mendengar adanya wacana impor beras oleh pemerintah, Priyo menolak tegas. Menurutnya, rencana impor beras itu salah, karena harusnya impor tak dilakukan saat musim panen raya.
“Ini kan musim panen raya, dari Jawa Timur bahkan sampai Tangerang kan ini sedang panen, masa ngimpor. Justru harusnya pemerintah menyerap gabah petani lokal,†ujar Priyo.
Gabah milik Priyo sendiri, saat ini dipasok ke wilayah lokal, mulai dari Karawang, Cirebon, serta Demak. Itu pun hanya ke pelanggan, karena di berbagai wilayah masih panen.
- Penulis: puskapik