Wartawan di Semarang Akhirnya Divaksin Covid-19

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Semarang – Setelah menunggu, akhirnya wartawan di Kota Semarang secara resmi mendapat vaksin Sinovac dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Penyuntikan vaksin dilakukan di Rumah Sakit Panti Wilasa, Jalan Dokter Cipto Semarang, Kamis 4 Maret 2021. Penyuntikan vaksin ini berkat koordinasi PWI Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Sebanyak 28 wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kota Semarang mendapat vaksin untuk mencegah terpapar Covid-19. Sebelumnya, para jurnalis tersebut mendaftar ke Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui daring. Dari daftar yang ada,sebenarnya sebanyak 33 orang yang mendaftar. Namun ketersediaan vaksin untuk
wartawan pada hari itu hanya 28. “Yang belum mendapatkan kesempatan mohon bisa dikoordinasikan lebih lanjut ke Dinkes Kota Semarang,” jelas Nugroho, seorangparamedis di Rumah Sakit Panti Wilasa.

Sigit Pramono, salah satu wartawan senior di Semarang, akhirnya lega bisa mendapatkan vaksin pertamanya. Dia mengaku mendaftar melalui daring kurang lebih 10 hari yang lalu, namun baru mendapatkan panggilan untuk vaksin sekarang.
“Sekarang sudah cukup lega, jadi lebih semangat dan percaya diri saat bertugas liputan.Kami para wartawan setiap hari harus berada di lapangan untuk mencari berita, jadi vaksin ini memang penting,” ujarnya.

Sebelumnya, para jurnalis dan pekerja media di Semarang memang sudah banyak yang mendapatkan vaksin. Jumlahnya mencapai ratusan. Namun vaksin mereka dapatkan setelah bergabung dengan jadwal dari instansi lain saat melakukan vaksin, misalnyabergabung dengan jadwal ASN, atau anggota dewan, baik di Pemprov Jateng maupunPemkot Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengungkapkan, vaksin untuk wartawan adalah termasuk penyaluran vaksin tahap kedua. Pemerintah Kota Semarang menyalurkan vaksin tahap kedua, setidaknya ada 13 kelompok yang menjadi sasaran vaksinasi.

Kelompok tersebut antara lain, aparatur pemerintah daerah, masyarakat lanjut usia, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, DPRD, pejabat negara, TNI/Polri/Satpol PP, pelayan publik ( BUMN & BUMD), pekerja transportasi publik, atlet, wartawan, pekerjamedia, serta pekerja pariwisata seperti karyawan hotel.

“Kelompok masyarakat yang tercakup ini juga dirasa memiliki potensi interaksi yang rentan terhadap COVID-19. Sehingga diharapkan dengan menyasar kelompok-kelompok masyarakat tersebut, laju penyebaran COVID-19 dapat ditekan,” jelasnya.

Penulis: Ismu Puruhito
Editor: Amin Nurrokhman

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!