Dilantik Jadi Bupati Pemalang, Mukti Agung Minta Maaf, Kenapa?

0
Pasangan Bupati dan Wabub Pemalang Mukti Agung Wibowo-Mansur Hidayat saat menemui wartawan usai pelantikan.FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWAN CANDHEKI

PUSKAPIK.COM, Pemalang– Bupati Pemalang, Mukti agung Wibowo meminta maaf kepada seluruh pendukungnya yang tidak dapat menyaksikan pelantikanya di Pendopo Kantor Bupati Pemalang, Jumat pagi, 26 Februari 2021.

“Kami meminta maaf khususnya kepada pendukung, simpatisan, dan masyarakat luas tentunya yang tidak bisa hadir menyaksikan pelantikan Agung-Mansur hari ini. Karena keterbatasan tempat, keterbatasan waktu, dan juga situasi kondisi yang harus kita jalani mengahadapi pandemi Covid ini,” ungkap Agung, saat ditemui puskapik.com usai pelantikan.

Selain meminta maaf, Mukti Agung menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat yang sudah berjuang mendukungnya. Ia mengharap doa dan kerjasama seluruh masyarakat Pemalang dalam membangun Pemalang kedepan.

“Semoga dengan doa dan kerja sama seluruh masyarakat pembangunan Pemalang berjalan lancar, kita mendapatkan berkah menjadikan Pemalang ‘baldatun toyyibatun warrobun wafur’,” katanya.

Agung menegaskan momen dilantiknya sebagai bupati bersama Mansur sebagai wakil bupati menandakan dirinya sudah menjadi milik seluruh warga Pemalang.

“Maka dari itu kepada seluruh OPD dan masyarakat Pemalang untuk bersama-sama, kita semua bareng-bareng membangun Pemalang sebagaimana yang sudah kami sampaikan dalam visi-misi kami yakni Pemalang AMAN (Adil, Makmur, Agamis, dan Ngangeni),” katanya.

Seperti diberitakan, Mukti Agung Wibowo-Mansur Hidayat hari ini dilantik menjadi Bupati dan Wabup Pemalang secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di pendopo kantor bupati Pemalang.

Dalam Pilkada 9 Desember lalu Pasangan Mukti Agung Wibowo-Mansur Hidayat berhasil memperoleh suara terbanyak mengunguli rivalnya Agus Sukoco-Eko Priyono, dan Iskandar Ali Syahbana-Agus Wardana dan terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Pemalang.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor: Amin Nurrokhman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini