Kebut Perbaikan, PDAM Pastikan Besok Aliran Air di Pemalang Kembali Normal

Direktur PDAM Tirta Mulya Pemalang, Slamet Efendi memantau perbaikan pipa PDAM. FOTO/PUSKAPIK/HERU KUNDHIMIARSO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Direktur PDAM Tirta Mulya Pemalang, Slamet Efendi SE, memastikan aliran air bersih ke warga akan kembali normal pada Jumat besok, 15 Januari 2021. Saat ini, perbaikan pipa yang pecah akibat tertimpa pohon ambruk di jembatan Kali Waluh masih dikebut.

“Saya pantau langsung perbaikannya dari pukul 07.00 WIB. Malam ini harus selesai agar mulai besok aliran air bisa normal kembali,” kata Slamet Efendi dalam keterangan pers kepada puskapik.com, Kamis sore, 14 Januari 2021.

Direktur PDAM Tirta Mulya Pemalang, Slamet Efendi memantau perbaikan pipa PDAM. FOTO/PUSKAPIK/HERU KUNDHIMIARSO

Selain mempercepat perbaikan pipa yang pecah di Kali Waluh, Slamet menyatakan saat ini pihaknya terus memantau secara intens seluruh jaringan pipa PDAM di sejumlah titik di Pemalang. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dampak banjir dan angin kencang yang melanda wilayah Pemalang sejak tadi malam hingga dinihari.

“Sedang kita cek ke lapangan ke beberapa titik. Laporan sementara baru ada kerusakan di Kali Waluh,” jelasnya.

Seperti diberitakan, hujan deras dan angin kencang di Pemalang tak hanya merendam jalanan dan pemukiman warga, namun juga mengakibatkan krisis air bersih. Kondisi ini terjadi akibat jebolnya pipa PDAM di jembatan Kali Waluh, Pemalang, Kamis dinihari, 14 Januari 2021.

Akibat jebol dan bocornya pipa tersebut, aliran air PDAM di Pemalang terganggu. Bahkan, aliran air PDAM di wilayah ini mati total.

“Kami mohon maaf pelayanan terganggu. Pipa yang jebol sedang kita perbaiki. Mudah-mudahan secepatnya aliran ait kembali normal,” kata Slamet.

Dijelaskan, jebolnya pipa PDAM di Kali Waluh tersebut diketahuiĀ  terjadisekitar pukul 05.00 WIB. Pipa yang mengaliri air di wilayah perkotaan Pemalang dan wilayah timur tersebut rusak parah akibat tertimpa pohon besar yang tumbang diterjang angin.

Penulis : Heru Kundhimiarso

Iklan

Tinggalkan Balasan