Harga Kedelai di Brebes Masih Stabil

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
Iklan

PUSKAPIK.COM, Brebes – Di tengah gonjang-ganjing harga kedelai di Tanah Air, Primkopti Brebesmenjamin stok kedelai aman hingga akhir Januari. Meski harga di pasaran naik, Primkopti tidak menaikkan harga jual kedelai kepada para perajin tahu tempe.

Ketua Primkopti Brebes, Amrullah, menegaskan, sampai saat ini belum menaikkan harga jual kedelai meski harga pasaran nasional sudah naik. Untuk itu, dia meminta agar perajin tahu tempe yang membeli bahan baku dari Primkopti Brebes untuk tidak menaikkan harga jualnya.

“Harga kedelai masih stabil di Primkopti belum ada kenaikkan. Jadi saya minta para perajin tahu tempe supaya tidak menaikkan harga jual,” kata Amrullah 4 Januari 2021 siang.

Ketua Primkopti Brebes mengimbau perajin tidak perlu panik akan stok kedelai. Stok kedelai masih aman hingga akhir Januari.

Data jumlah perajin tempe yang ada di Brebes sebanyak kurang lebih 600 perajin. Dari jumlah itu hanya 363 perajin yang masih aktif dan masih berproduksi.

“Untuk saat ini stok kedelai masih aman hingga akhir Januari. Sedangkan untuk kebutuhan bulan bulan berikutnya nanti akan kita pikirkan,” sambungnya.

Saat ditanya harga jual kedelai untuk para perajin tahu tempe, Amrullah tidak mau menyebutkan nilai nominalnya.

“Yang jelas harga ke perajin masih stabil tidak ada perubahan. Kami tidak ingin mengungkap nominal harganya,” tandasnya.

Meski Primkopti tidak menaikkan harga kedelai, para perajin tahu tetap menaikkan harga produksinya. Murni (49) pengelola pabrik tahu di Kelurahan Pasarbatang mengatakan, kedelai yang digunakan untuk membuat tahu tidak dibali dari Primkopti, melainkan pedagang di Kota Tegal. Harga kedelai di pedagang, kata dia, sudah naik dari Rp.8500 menjadi Rp.9500 per kg.

“Tahu disini tidak pakai kedelai dari Primkopti, tapi dari pedagang di Kota Tegal. Harganya sudah naik sejak kemarin,” kata Murni.

Untuk harga tahu, Murni menjelaskan, satu loyang tahu sekarang dibandrol Rp.40 ribu. Sementara sebelumnya hanya Rp.35 ribu per loyang.

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Amin Nurrokhman

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini