6.141 Warga Kota Tegal Di-swab, Hasilnya 393 Positif Covid-19

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Tegal – Sebanyak 6.141 warga Kota Tegal telah di-swab selama pandemi Covid-19. Dari jumlah tersebut antara lain dilakukan dalam bentuk testing/skrining, tracing, treatment dan pendampingan terhadap orang tanpa gejala (OTG). Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran dan penanggulangan virus corona.

“Antara lain lansia, ibu hamil, orang yang memiliki komorbid seperti darah tinggi (hipertensi), kencing manis, tuberculosis dan pelaku perjalanan dari area resiko iinggi,” kata Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Rabu, 21 Oktober 2020.

Dedy Yon mengungkapkan, jumlah sampel swab RT-PCR yang sudah dikirim ke laboratorium mencapai 6.141. Dari jumlah itu, yang positif hanya sebanyak 393 sampel. “Sehingga angka positif hanya 5,91%,” katanya.

Sedangkan upaya yang kedua, ujar Dedy, yakni dengan melakukan tracing secara terstruktur dan sistematis terhadap kontak erat kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Beberapa telah di-tracing akhirnya ditemukan kasus-kasus baru sehingga menjadu klaster. Yakni perkantoran, bank, perhotelan, pendidikan dan rumah tangga,” katanya.

Selanjutnya, jelas Dedy Yon, pihaknya melakukan treatment kepada setiap kasus yang terkonfirmasi Covid-19 dengan memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai standar. Sampai dengan pemulasaran jenazah dan pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19.

“Sedangkan treatment terhadal OTG yakni dengan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi dan penyemprotan desinfektan di lingkungan rumahnya,” katanya.

Menyinggung soal Raperda Penanganan Covid-19 yang diajukan, Dedy Yon menegaskan tidak akan tumpang tindih dengan pertauran pemerintah. Karena disusun berdasarkan undang-undang mengenai wabah penyakit menular, penanggulangan bencana, kesehatan dan kekarantinaan kesehatan.

“Pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk membentuk peraturan daerah dalam rangka menyelenggarakan otonomi daerah dengan mengakomodir kondisi khas daerah terhadap upaya yang dilakukan,” ujarnya.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan