Deal! Gerindra Banting Stir, Gabung PPP Usung Agung-Mansur

KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Menjelang pendaftaran bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Pemalang 2020, peta politik berubah cepat. Partai Gerindra yang sebelumnya sempat bergabung dengan koalisi PDIP untuk mengusung pasangan Agus Sukoco-Eko Priyono, secara tiba-tiba banting stir dan memilih bergabung dengan PPP untuk mengusung pasangan Mukti Agung Wibowo-Mansur.

Informasi pengalihan dukungan politik Gerindra tersebut dibenarkan Ketua DPC Partai Gerindra Pemalang, Drs Rama. “Ya benar. Berdasarkan keputusan DPP Partai Gerindra, kami berkoalisi dengan PPP untuk mengusung pasangan calon Agung-Mansur,” ungkap Rama saat dikornfirmasi puskapik.com melalui ponselnya, Kamis 03 September 2020.

Meski sudah dipastikan banting stir untuk tidak bergabung lagi dengan koalisi PDIP mengusung Agus Sukoco-Eko Priyono, namun Rama menyebut hingga kini pihaknya belum menerima surat rekomendasi secara resmi dari DPP Partai Gerindra di Jakarta. “Surat rekomendasi belum saya terima. Ini perjalanan ke Semarang dipanggil DPD Partai Gerindra Jawa Tengah untuk memastikannya,” ucapnya.

Rama menyatakan apapun keputusan DPP pihaknya di Pemalang akan tunduk dan menjalankannya. Pengalihan dukungan tersebut katanya, murni keputusan dari DPP di Jakarta.

Terpisah, Sekretaris DPC PPP Pemalang, Fahmi Hakim, menyampaikan apresiasi atas bergabungnya Gerindra untuk mengusung pasangan Agung-Mansur. “Alhamdulillah, setelah melalui proses dinamika politik yang panjang, akhirnya kami (PPP dan Gerindra) sepakat untuk berkoalisi. Dan Insya Allah kami optimis menang,” ujar Fahmi.

Dengan bergabungnya Gerindra, koalisi PPP dan Gerindra mengantongi 13 kursi legislatif. Modal 13 kursi sudah cukup untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati dimana disyaratkan minimal 10 kursi legislatif untuk mengusung pasangan calon.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Pemalang, DR H Junaedi, SH MM, menyatakan menghargai keputusan Partai Gerindra untuk tidak lagi berkoalisi dengan partainya. “Wajar saja dalam politik. Perubahan dukungan itu adalah dinamika politik yang biasa dalam berdemokrasi. Dan kami akan tetap ikhitiar dan optimis memenangi Pilkda 9 Desember 2020 nanti,” tandasnya.

Pendaftaran calon bupati dan wakil bupati dijadwalkan oleh KPU mulai besok, Jumat 4 September 2020. Pihak KPU memastikan pendaftaran akan menggunakan protokol kesehatan dimana tidak diperbolehkan adanya pengerahan massa. Pilkada dijadwalkan akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Penulis : Heru Kundhimiarso

Iklan

Tinggalkan Balasan