Tingkatkan Ekonomi Warga, Desa Babakan Pemalang Kembangkan Pertanian Terpadu

Kades Babakan, Kustoni menyatakan, pihaknya sedang mengupayakan konsep pertanian terpadu. Konsep ini adalah perpaduan antara pertanian dan peternakan dalam satu wilayah. FOTO/PUSKAPIK/Baktiawan Candheki
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pemerintah Desa Babakan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang sedang mengupayakan konsep pertanian terpadu. Konsep ini adalah perpaduan antara pertanian dan peternakan dalam satu wilayah.

Kades Babakan, Kustoni, Selasa, 1 September 2020, menjelaskan, dari segi pertanian sendiri sedang mengupayakan pompanisasi untuk mendukung pasokan air di sawah-sawah warga. Untuk peternakan pihak desa akan mengembangkan peternakan, khususnya penggemukan sapi.

“Harapannya dengan program-program yang ada bisa membantu masyarakat dalam segi perekonomiannya dan meningkatkan sumber PAD Desa Babakan sendiri,” katanya.

Hampir 90% masyarakat Desa Babakan memang mengandalkan pertanian khususnya untuk tanaman padi. Ironisnya, petani di desa ini belum bisa meningkatkan produksinya dikarenakan minimnya pasokan air untuk sawah-sawah ketika musim kemarau tiba.

“Berat untuk petani kami, yang secara ideal harusnya petani bisa 3 kali masa panen, saat ini hanya dua kali, itu saja harus mengupayakan pengambilan sumber air dari dalam tanah. Selain membutuhkan biaya besar juga untuk hasil pertanian tidak maksimal,” katanya.

Dari kondisi tersebut sang Kades pun mempunyai ide penggunaan pompa air dengan memanfaatkan debit air dari sungai yang mengalir malalui desa. “Kita manfaatkan kedung sungai, saya rasa cukup karena fakta yang kami temui debit sungai tidak pernah surut. Ini adalah solusi dan harapan besar bagi warga kami, khususnya dalam peningkatan hasil pertanian yang efisien dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada,” katanya.

Kustoni menyadari program yang ia rencanakan bukan tanpa kendala. Menurutnya, pandemi Covid-19 saat ini berpengaruh terhadap anggaran dana desa yang sebagian besar dialihkan untuk penanganan, terutama Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak.

“Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemdes tahun ini menganggarkan Rp125 juta tetapi memang belum semua terealisisasi. Sedangkan untuk sumur, pompa, dan kelistrikan pihak desa akan gunakan sisa-sisa anggaran dana desa yang digunakan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Dalam pengadaan program pompanisasi ini pihak desa juga menggandeng Dinas Pertanian kabupaten Pemalang.

Penulis: Baktiawan Candheki
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan