Pekenalkan Maba dengan Kampus, STIT Pemalang Gelar PKKMB Tatap Muka

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STIT Pemalang, Jumat 28 Agustus 2020. FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Guna mempersiapkan dan memperkenalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan akademik maupun dunia kemahasiswaan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan menerapkan protokol kesehatan, Jumat, 28 Agustus 2020.

“InsyaAllah, PKKMB ini sudah sesuai dengan ketentuan kita laksanakan, tidak ada istilah perploncoan, tidak ada kekerasan, yang ada adalah bagaimana berlatih bersama untuk mendisiplinkan, mempersiapkan diri mereka untuk belajar di dunia perguruan tinggi yang tidak sama dengan proses pembelajaran di tingkat menengah,” kata Ketua STIT Pemalang, Amiroh.

Mengingat kapasitas aula yang minim, dalam pembukaan PKKMB itu, total ada 65 mahasiswa baru (Maba) yang hadir dari jumlah keseluruhan 96 Maba di angkatan ke-15 ini. Maba juga diharuskan menerapkan protokol kesehatan dalam mengikuti PKKMB. Bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikuti PKKMB pada tahun ini, maka mereka akan mengikuti PKKMB tahap dua atau tahun berikutnya.

“Ini ada registrasi 96 maba, asalnya ini mulai pemerataan, tidak hanya Pemalang, tapi dari Tegal, Brebes, kemudian Purbalingga, Cilacap, bahkan Jawa Barat, Cianjur, kemudian ada yang dari luar Jawa, itu Bandarlampung, kemudian dari Maluku, Ternate itu ada 8 orang,” kata Amiroh.

Lebih lanjut, Amiroh menuturkan, ke depannya STIT akan mendirikan asrama dan pondok pesantren. Kampus berbasis pondok pesantren ini ditujukan bagi Maba yang berasal dari luar daerah. Bagi Maba yang masih berdomisili di Pemalang, mereka tetap mengikuti program pesantren.

“Artinya program-program pendalaman agama tidak hanya di dalam kelas, tapi ada juga di luar kelas dengan program dari pondok pesantren Bani Mansyur, ini juga sudah berizin, sudah ada izin operasionalnya, efektif sudah berjalan,” kata Amiroh.

Ia mengatakan, nantinya dalam semester pertama, para Maba STIT Pemalang ini akan melaksanakan pembelajaran secara daring. “Sehingga nanti perlu ada persiapan-persiapan, pelatihan bagaimana mengefektifkan pembelajaran daring, baik dengan dosennya maupun dengan mahasiswanya,” kata Amiroh.

STIT Pemalang sendiri memiliki 5 program studi, di antaranya Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibitidaiyah, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Islam.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan