Di Brebes, Dua Dokter Pasutri Positif Corona

ILUSTRASI.NET
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Brebes – Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes, kini tengah melakukan tracing, setelah dua orang dokter pasangan suami istri dinyatakan positif corona setelah menjalani uji swab.

Dokter pasutri ini adalah Alfian Nugroho dan Indra Rahmawati. Alfian merupakan tenaga medis yang berdinas di Puskesmas Kalimati, Brebes, sedangkan istrinya, Indra Rahmawati adalah dokter praktik swasta.
Saat di luar jam dinas, Alfian membuka praktek di Kelurahan Pasar Batang Kecamatan Brebes bersama istrinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Kamis 20 Agustus 2020 membenarkan adanya dua dokter yang dinyatakan positif COVID-19.

“Alfian dan Indra positif terpapar corona. Mereka adalah pasangan suami istri. Alfian adalah dokter Puskesmas Kalimati,” ungkap Sartono.

Awalnya, kata Sartono, dokter Alfian mengeluhkan demam, batuk dan pilek sejak tiga hari lalu. Setelah dilakukan test swab, hasilnya positif COVID-19.

Sartono menambahkan, Dinkes kemudian merespon dengan melakukan tracing terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat, seperti istri, anak dan orang orang dekat lainnya. Hasil uji swab orang orang terdekat ini, Indra Rahmawati, istrinya akhirnya dinyatakan positif.

“Dia (Alfian) sudah tiga hari lebih mengeluhkan demam dan batuk pilek. Setelah diambil sampel swab dan diperiksa, ternyata positif. Kemudian langsung tracing ke orang orang dekat, ternyata istrinya juga positif,” bebernya.

Dinkes telah menginventarisir orang orang di luar kalangan keluarga yang memiliki kontak terhadap pasutri ini. Hasil tracing pasutri ini, Dinkes menemukan 46 orang yang terkait dengan pasien. Mereka adalah karyawan puskesmas dan karyawan tempat praktek.

“Rencana lima dari 46 orang itu akan test swab karena sudah ada keluhan. Sementara lainnya hanya akan di-rapid tes. Pemeriksaan dilakukan besok Jumat,” bebernya.

Alfian dan istrinya, lanjut Sartono ditengarai tertular virus corona dari tempat prakteknya di rumah. Kemungkinan tertular dari puskesmas , tegas Sartono, sangat kecil, karena penerapan protokol kesehatan di puskesmas sangat ketat.

“Semua puskesmas itu kan ketat sekali. Protokol kesehatan benar benar diterapkan. Jadi kemungkinan besar, mereka tertular dari tempat prakteknya di rumah,” jelas Kadinkes menambahkan.

Sartono menduga, pasutri ini mudah terjangkit virus, akibat terlalu lelah. Sebagai dokter puskesmas, Alfian juga membuka praktek setiap hari. Bahkan tempat praktek dokter pasutri ini selalu ramai dan tidak pernah libur.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan