Polisi Usut Keracunan Ikan Tongkol BPNT Pemalang

Polisi Usut Keracunan Ikan Tongkol BPNT Pemalang. ILUSTRASI/PUSKAPIK/CANDRA SUCIAWAN
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Satuan Reserse Kriminal Polres Pemalang melakukan penyelidikan pasca terjadinya keracunan yang menimpa puluhan masyarakat di Kecamatan Randuodngkal, Pemalang, setelah mengkonsumsi ikan tongkol dari program Bantuan Pagan Non Tunai (BPNT). Selain melakukan uji laboratorium, sejumlah pihak terkait juga sudah mulai diperiksa.

“Kita akan usut ini sampai tuntas. Beberapa pihak sudah koita panggil untuk dimintai keterangan. Sampel ikan tongkol juga sudah kita ambil untuk di uji lab,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, saat dihubungi puskapik.com, Rabu 22 Juli 2020.

Pemeriksaan dan penyelidikan oleh polisi kata Suhadi, dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak dalam kasus keracunan yang menimpa warga sejumlah desa di Kecamatan Randudongkal. “Kita dalami, ada atau tidak unsur pidananya,” imbuhnya.

LIHAT JUGA! Ikan Tongkol BPNT Racuni Warga, Harus Ada yang Tanggung Jawab
Tragedi Ikan Tongkol Beracun, Bumdesma dan Suplier Kompak Sebut Alergi

Sejumlah pihak terkait yang diperiksa polisi antara lain saksi-saksi korban, pemasok dan suplier yang menangani program BPNT di Kecamatan Randudongkal. “Semua yang terkait akan kita periksa, termasuk Bumdesma selaku suplier BPNT di wilayah itu (Randudongkal),” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Randudongkal, Aenurhakim, membantah puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 6 desa di Randudongkal yang dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah mengonsumsi ikan tongkol dari Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) mengalami keracunan. Menurutnya, puluhan KPM tersebut hanya mengalami alergi terhadap ikan laut.

“Kalau bicara keracunan seharusnya dari 6 desa dengan total KPM 3.000-an, harusnya keracunan semua, faktanya kan tidak sampai ratusan orang, hanya sekitar 50-an orang yang dirawat,” katanya, Selasa, 21 Juli 2020.

Senada dengan Hakim, suplier ikan tongkol BPNT, Carban mengatakan, proses pengepakan ikan tongkol pada Senin, 20 Juli 2020 sudah sesuai standar dan dipastikan kondisi ikan yang dikirim dalam keadaan bagus. Pedagang ikan asal Ulujami ini juga mengatakan secara keseluruhan pesanan Bumdesma untuk ikan tongkol sebanyak 9.195 pcs dibagi selama 4 hari.

Meski dibantah pihak Bumdesma dan pemasoknya, namun menurut petugas survilance Puskesma setempat, Zainal Arifin, berdasarkan gejala dan indikator awal adalah keracunan. Hanya saja, kepastiannya masih menunggu menunggu uji laboratorium sampel ikan tongkol tersebut.

“Indikatornya yakni para pasien mempunyai gejala yang sama, antara lain mual, muntah, diare, dan gatal-gatal. Kemudian mengkonsumsi makanan yang sama. Rentang waktu yang hampir bersamaan yakni sekitar 2 jam setelah mengkonsumsi ikan tongkol tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan data, sampai saat ini Puskesmas Randudongkal telah merawat 21 pasien dari keluruhan terdiri dari 11 orang rawat jalan dan 10 orang rawat inap. Pihak Puskesmas juga mengaku di malam peristiwa itu berbagai institusi dari Kapolsek, Kecamatan, Kadus, Danramil, dan Kapolsek ikut monitoring pasien yang mendapat perawatan di tempatnya.

Terpisah, Camat Randudongkal, Sis Muhammad berpesan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bagi semua pihak yang terlibat. “Ini tanggung jawab bersama, tapi dari kami selaku pemerintah kecamatan akan melakukan yang terbaik, yang utama yaitu penanganan pasien yang saat ini masih dirawat baik di Puskesmas atau rumah sakit,” katanya.

Dari kejadian tersebut, data resmi pasien akibat keracunan ikan tongkol berjumlah 53 orang dari 6 desa, yakni Kejene, Mangli, Kalitorong, Banjaranyar, Kreyo, dan Semaya. Sampai berita ini diunggah belum ada korban laporan korban jiwa.

Penulis : Bachtiawan Chendaki
Editor : Heru Kundhimiarso

Iklan

1 KOMENTAR

  1. Saya harap agar yg menjadi agen bisa menjaga kualitas bahan makanan yg akan diditribusikan,baik dari segi bahan maupun kemasan,sebab di wilayah desa krangmoncol juga banyak warga yg mengeluhkan,bahan makanan seperti sayur dan buah ada yg membusuk.
    Dan pelayanannya juga diperbaiki lagi agar lebih ramah terhadap warga yg mengambil haknya.
    Trimakasih.

Tinggalkan Balasan