Akhir September Pasar Megah Randudongkal Selesai Dibangun

FOTO/PUSKAPIK/DEDI MUHSONI

PUSKAPIK.COM, Pemalang- Bupati Pemalang H Junaedi, meninjau progres proyek pembangunan pasar tradisional Randudongkal, Jumat 3 Juli 2020. Pasar dengan tiga lantai itu bakal menjadi pasar andalan di Kabupaten Pemalang dan ditarget rampung dibangun akhir tahun ini.

Pasar Randudongkal dibangun di atas lahan 9.661 meter persegi dengan luas bangunan 27.300 meter persegi dengan tiga lantai. Proyek lanjutan pasar Randudongkal itu menyerap anggaran Rp 44, 6 miliar dari sumber APBD di bawah koordinasi Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pemalang.

Dalam kunjungannya, Bupati Junaedi didamping oleh Kepala Diskop UMKM Perindang Hepi Priyanto dan pimpinan proyek dari PT Karisma Cipta Tunggal, untuk memastikan progres pembangunan proyek pasar.

Kunjungan dimulai dari lantai satu (dasar) terdiri dari deretan kios 138 unit dari berbagai ukuran. Junaedi juga memastikan kualitas dan sarana prasaran bangunan yang nantinya diprioritaskan bagi para pedagang yang sudah ada sebelumnya.

Bupati dan rombongan juga bergeser ke lantai dua di mana di tempat itu terdapat tempat parkir yang menampung lebih dari 200 mobil dan motor. Kemudian dilanjutkan ke lantai tiga yang terdiri dari ratusan lapak berukuran 4 meter. Lapak itu sengaja dibuat permanen dengan beton yang berlantai keramik warna putih.

Junaedi mengatakan, Pasar Randudongkal sengaja dibuat megah menjulang tinggi di tengah Randudongkal. Kemudahan akses masuk, juga didesain sedemikian rupa agar memudahkan keluar masuk para pedagang dan pembeli.

“Adanya pasar ini, memberikan pelayanan para pedagang yang dulu merasa kurang nyaman sehingga diambil kebijakan agar bisa memberikan rasa aman kepada pedagang dan pembeli agar ada perputaran uang dengan baik,” ujar Junaedi

Menurut Junaedi, progres pembangunan pasar ini sudah mencapai 67,4 persen dari rencana 55,5 persen atau over target. Sehingga diharapkan bisa terselesaikan sebelum bulan Oktober 2020 sebagaiman kesepakatan kontrak.

“Kami optimistis pasar kebanggaan wong Pemalang ini bisa digunakan akhir September atau sebelum masa kontrak pada bulan Oktober. Sebab semua pihak termasuk pedagang saling memantau dan mengingatkan jika ada kesalahan,” katanya.

Meski demikian, kata Junaedi, pembangunan proyek Pasar Randudongkal ini diakuinya banyak hambatan. Di antaranya pada masa pandemi Corona. Bahan jenis material khususnya besi dan baja sulit didapat pada saat pandemi ini.

“Alhamdullilah, itu semua bisa teratasi, dan kami yakin akan selesai sebelum Oktober nanti,” katanya.

Penulis : Dedi Muhsoni
Editor : Amin Nurrokhman

Tinggalkan Balasan